Pengukuhan Yogyakarta Kota Republik

Lagu Perjuangan Iringi Kirab Yogyakarta Kota Republik

agu-lagu perjuangan diperdengarkan melalui pengeras suara mengiringi prosesi kirab budaya pengukuhan ‘Yogyakarta Kota Republik’, Selasa (4/1/2011).

Editor: Sulistiono
Laporan : Mario Eka Danardono

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lagu-lagu perjuangan diperdengarkan melalui pengeras suara mengiringi prosesi kirab budaya pengukuhan ‘Yogyakarta Kota Republik’, Selasa (4/1/2011). Stasiun Tugu menjadi titik tolak pelaksanaan kirab budaya tersebut.

Koordinator lapangan kirab, Ki Suwalji, membakar dupa di depan stasiun untuk memberi kesan sakral. "Itu untuk sarat agar doa kita terkabul, sekalian untuk memindah hujan," tambahnya.

Kirab diawali pentas happening art. Ada empat tokoh yang diperankan, yaitu Bung Karno, Bung Hatta, Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII. Pemeran Bung Karno bergoyang ketika lagu "Jogja Istimewa " diputar. "Ini semua untuk menunjukkan bahwa Yogya istimewa," teriaknya melalui mikrofon.

Ia juga sempat menjelaskan arti kirab kepada turis asing yang datang melihat, namun penjelasannya berhenti ketika dia bingung mengucapkan tahun 1946 dalam bahasa Inggris.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved