Jawa
Festival Lima Gunung ke-18 Digelar Lagi, Tampilkan 77 Kelompok Seni Lokal dan Mancanegara
Setidaknya ada 77 kelompok seni yang turut memeriahkan ajang tahunan Festival Lima Gunung (FLG).
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Setidaknya ada 77 kelompok seni yang turut memeriahkan ajang tahunan Festival Lima Gunung (FLG).
Tahun 2019 ini, FLG sudah ke-18 kali diadakan.
Tidak hanya penampil lokal saja yang akan tampil, tetapi juga seniman mancanegara.
Festival rencananya akan berlangsung 5 sampai 7 Juli 2019, mendatang.
• 5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece
Panitia FLG ke-18, Sitras Anjilin, mengatakan, ada 77 kelompok seni yang akan tampil tahun 2019 ini, diantaranya kelompok seni dari Salatiga, Semarang, Temanggung, Wonosobo, Yogyakarta, Lumajang, Sukabumi, Sulawesi Selatan, Purbalingga, Indramayu dan lainnya.
Kelompok seni dari luar negeri dari Kaori Okado, Jepang dan Victory, Australia.
"Acara akan diselenggarakan di Dusun Tutup Ngisor, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Nanti akan tampil 77 kelompok dari berbagai daerah hingga kelompok seni dari luar negeri. Diantaranya dari Jepang dan Australia," ujar Sitras saat ditemui Tribunjogja.com, Kamis (27/6/2019) di Padepokan Seni Tjipta Boedaja, Tutup Ngisor, Dukun, Kabupaten Magelang.
Tema yang akan diusung adalah Gunung Lumbung Budaya.
• 87,13 Persen Petani Berusia Lanjut, Bupati Magelang : Kita Perlu Regenerasi
Tema ini mengartikan budaya yang kaya yang masih bertahan berada di pedesaan.
"Kenapa Gunung Lumbung Budaya, karena kami rasa budaya itu masih terus jalan di desa. Gunung identik dengan gunung, Seperti kita lihat banyak orang kota yang sering dolan-dolan ke gunung atau desa melihat bagaimana budaya di desa masih berjalan," tuturnya.
Lanjut Sitras, FLG ke-18 ini diprakarsai oleh Padepokan Seni Tjipto Boedaja dan didukung para warga setempat.
Sebelumnya, Dusun Tutup Ngisor juga telah mendapat kehormatan sebagai tuan rumah Festival Lima Gunung ketiga kalinya.
Panggung utama memiliki ketinggian 7 meter dengan instalasi menggunakan daun kelapa dan daun salak.
• Taman Kyai Langgeng Akan Tambah Wahana Seluncuran Sepanjang 800 Meter
Panggung utama dengan latar belakang Burung Garuda dengan lebar 10 meter.