Kota Magelang

Masih Banyak Pelanggaran Lalu Lintas di Kawasan Tertib Kota Magelang Selama Ramadan

Seperti operasi kemarin, petugas menemukan puluhan pelanggaran, dari tak tertib parkir, sampai melanggar aturan lalu lintas.

Masih Banyak Pelanggaran Lalu Lintas di Kawasan Tertib Kota Magelang Selama Ramadan
istimewa
Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang mengangkut kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas pada operasi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), Selasa (14/5/2019) kemarin. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pelanggaran lalu lintas masih di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) di Kota Magelang masih tinggi meski saat bulan Ramadan 1440H/2019.

Seperti operasi kemarin, petugas menemukan puluhan pelanggaran, dari tak tertib parkir, sampai melanggar aturan lalu lintas.

"Setidaknya dua unit sepeda motor tanpa pemilik diangkut oleh petugas karena parkir di trotoar Jalan Pemuda. Kemudian, satu mobil ditilang di Jalan Tidar, dua mobil dan 6 sepeda motor ditempeli stiker tanda telah melakukan pelanggaran," ujar Kepala Bidang Lalu Lintas dan Perpakiran Dishub Kota Magelang, Candra Wijatmiko Adi, Rabu (15/5/2019).

22 Keluarga Miskin di Kota Magelang Pilih Mundur Terima Bantuan PKH

Candra mengatakan, pelanggaran yang dilakukan pada masyarakat pada sore hari.

Hal itu terlihat ketika pihaknya melakukan operasi pada Selasa (14/5/2019) sore di Jalan A Yani (kawasan Alun-alun), Jalan Pemuda (Pecinan) dan Jalan Tidar.

Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang pun menggelar operasi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) pada sore hari.

Alasannya, banyak masyarakat yang berkegiatan di tempat buka puasa. Banyak juga dari mereka yang tak tertib.

"Selama Ramadan masyarakat banyak yang berkegiatan di sore hari, untuk tempat buka puasa, membeli takjil, kita harapkan tetap tertib," tuturnya.

Kota Magelang Raih Nilai UNBK SMP Tertinggi di Jateng

Pihaknya menggandeng instansi lain, antara lain Satpol PP, Polres Magelang Kota, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dalam operasi ini.

Adapun untuk pedagang kaki lima (PKL), kata Candra, sudah ada zonasi yang ditentukan dan disepakati seperti di Jalan Tidar.

"Jika ada PKL yang berada di tempat yang tidak diperbolehkan kita akan tertibkan," tandas Candra.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved