Yogyakarta

Walhi Tolak Teknologi Pengolahan Sampah untuk Pembangkit Listrik

Langkah taktis yang bisa dilakukan untuk pengangkutan sampah di TPST Piyungan adalah angkutan yang standar.

Walhi Tolak Teknologi Pengolahan Sampah untuk Pembangkit Listrik
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kondisi TPST Piyungan, akses dermaga sudah bisa dilalui kendaraan truk pengangkut Sampah. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi)  DIY masih enggan berkomentar terkait penerapan teknologi pengolahan sampah yang akan diterapkan di TPST Piyungan

Namun, jika sampah diolah menjadi tenaga listrik mereka menolak.  

"Kami masih akan melihat teknologi apa yang akan diterapkan di sana.  Kalau PLTSa kami menolak, " ujar Direktur Eksekutif Walhi DIY,  Halik Sandera,  Selasa (16/4/2019).

Pihaknya pun masih akan mencermati teknologi yang akan diterapkan. 

Agar jangan sampai teknologi yang akan diterapkan merusak dan bertentangan dengan lingkungan. 

WALHI Soroti Standarisasi Angkutan Sampah

Langkah taktis yang bisa dilakukan untuk pengangkutan sampah di TPST Piyungan adalah angkutan yang standar.

Diantaranya truk yang tertutup dan bukan hanya ditutup terpal.

Desakan lain untuk pemerintah pusat adalah menyelesaikan mandat UU pengelolaan sampah.

Khususnya kebijakan yang mengatur tanggung jawab perusahaan terhadap kemasan dari produk yang dihasilkan.

Warga di sekitar TPST Piyungan Desak Tuntutan Segera Terpenuhi

Dia menjelaskan, dampak lainnya akibat open dumping adalah semakin banyak titik tumpukan sampah yang tidak terangkut atau bahkan potensi munculnya TPA illegal.

Selain itu juga sungai menjadi tempat pembuangan sampah.

Untuk jalan tembus, kata Halik bukan menjadi sesuatu yang mendesak.

Namun, langkah untuk standarisasi angkutan sampah dan juga metode pengolahan sampah yang harus segera diperbaiki oleh pemerintah.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ais
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved