Yogyakarta

Belum Membusuk Meski Disita Sejak 19 Maret, BBPOM Akhirnya Musnahkan Mie Berformalin Asal Magelang

Belum Membusuk Meski Disita 19 Maret Lalu, BBPOM Akhirnya Musnahkan Mie Berformalin Asal Magelang

Belum Membusuk Meski Disita Sejak 19 Maret, BBPOM Akhirnya Musnahkan Mie Berformalin Asal Magelang
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Balai Besar POM (BBPOM) di Yogyakarta melakukan pemusnahan mie yang mengandung formalin pada Selasa (16/4/2019). 

Belum Membusuk Meski Disita Sejak 19 Maret, BBPOM Akhirnya Musnahkan Mie Berformalin Asal Magelang

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Besar POM (BBPOM) di Yogyakarta melakukan pemusnahan mie yang mengandung formalin pada Selasa (16/4/2019).

Kepala BBPOM di Yogyakarta, Rustyawati mengatakan, pemusnahan ini merupakan hasil dari pengawasan BBPOM di Yogyakarta yang sudah cukup lama.

Pada 19 Maret 2019, BBPOM di Yogyakarta melakukan penindakan terhadap distributor mie berformalin di Pasar Niten Bantul.

"Penindakannya 19 Maret 2019. Kita lihat Maret sampai sekarang mie nya masih juga, belum sampai busuk, terbukti itu mengandung formalin. Karena kalau mie tidak mengandung formalin sehari sudah busuk," ujarnya.

Baca: Daftar Toko Online dan Offline yang Menawarkan Promo Saat Pemilu 2019

Mie yang mengandung formalin ini pada awalnya sebanyak 50 kg dan sebagian telah dijual ke pedagang sehingga sisa yang ada di penjual dan disita petugas sebanyak 29.5 kg.

"Produksi mie di Magelang. JR ini distributor besar, menjual mie di dua pasar, di Pasar Niten dan di Yogyakarta," kata dia.

Distributor sudah lama melakukan aktivitas ini dan sudah mendapatkan pembinaan dari Dinas Perdagangan untuk tidak melakukan aktivitasnya berjualan mie mengandung formalin.

Selain menyita mie berformalin, BBPOM di Yogyakarta juga menyita kendaraan yang digunakan untuk mengangkut mie tersebut

JR dikenakan pasal 8 ayat (3) jo pasal 62 ayat 1 dalam Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000 (dua miliar rupiah). 

Baca: Info Aktivitas Gunung Merapi Terkini, Hari Ini Terlihat Dua Kali Guguran Lava ke Arah Kali Gendol

"Hukumannya kita mengacu UU Perlindungan Konsumen ya lima tahun penjara maksimum atau denda Rp 2 miliar. Nanti tergantung JPU," jelasnya.

Meski JR tak ditahan, Rustyawati akan tetap memproses hingga persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bantul.

Lanjutnya, proses JR saat ini sedang final pemberkasan jadi sebentar lagi sudah ke tahap satu dan akan di serahkan ke JPU.

"Nanti persidangannya di PN Bantul. Kalau untuk produsen karena Magelang ini kan bukan wilayah hukum kami, jadi kami koordinasi dengan Balai Besar POM di Jawa Tengah untuk ditindak," kata dia. (tribunjogja)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved