Sistem Zonasi PPDB 2019 Gunakan Indikator Berbeda dari PPDB Tahun Lalu

Salah satu jalur yang diterapkan untuk penerimaan adalah berdasarkan wilayah atau zonasi.

Sistem Zonasi PPDB 2019 Gunakan Indikator Berbeda dari PPDB Tahun Lalu
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
SMP Negeri 1 Seyegan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman mulai membahas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk 2019 ini.

Salah satu jalur yang diterapkan untuk penerimaan adalah berdasarkan wilayah atau zonasi.

Menurut Kepala Disdik Sleman, Sri Wantini, sistem zonasi tahun ini akan berbeda dengan penerapan tahun sebelumnya.

"Kalau tahun lalu kan berdasarkan radius dari sekolah, sekarang penerapannya semakin difokuskan secara administratif," jelas Wantini di Kantor Disdik Sleman, Senin (15/04/2019).

Wantini menjelaskan, ada pembedaan untuk zonasi PPDB untuk tingkat SD dan SMP.

PPDB SD zonasinya ditentukan berdasarkan Pedukuhan, Pedesaan di mana pedukuhan berada, serta Kecamatan sesuai asal domisili calon pelajar.

Hal yang sama juga diberlakukan untuk tingkat SMP, namun cakupan wilayahnya lebih luas lagi, yaitu Pedesaan, Kecamatan, dan Kabupaten.

"Nanti untuk calon pelajar tingkat SD, penerimaannya juga didasarkan dari usia. Sementara tingkat SMP berdasarkan nilai," papar Wantini.

Wantini sebelumnya mengatakan bahwa hari ini akan ada pembahasan mengenai bagaimana PPDB tahun ini diterapkan, terutama mengenai sistem zonasinya.

Seluruh sekolah di Sleman pun disebut Wantini sudah mengajukan usulan terkait wilayah zonasinya masing-masing.

Seperti Kepala SMPN 1 Seyegan, Rini Trimurti, ia menyatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan usulan zonasi.

Mereka juga telah diminta Disdik Sleman agar mengajukan hal tersebut.

"Kami tinggal menunggu keputusannya seperti apa," kata Rini via pesan singkat.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved