ADVERTORIAL
Cegah Penyakit Sejak Dini dengan Cuci Tangan Secara Baik dan Benar
Penelitian membuktikan bahwa mencuci tangan mampu menurunkan angka potensi biang penyakit hingga 70 persen.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Kebiasaan mencuci tangan dengan baik dan benar bisa menghindarkan diri dari berbagai penyakit.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang memahami caranya.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie mengatakan, secara kuantitas, masyarakat Yogyakarta diyakininya sudah di atas 90 persen yang menerapkan kebiasan mencuci tangan.
Namun, dari sisi kualitas, masyarakat masih perlu diedukasi lagi terkait cara mencuci tangan yang baik dan benar.
Baca: Menikmati Manis-Gurihnya Gurameh Bakar Ala Jambon Resto
Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, ada standar tertentu yang harus dilakukan ketika mencuci tangan.
Yakni, membasahi tangan dengan air bersih yang mengalir, menggosok sabun ke telapak, punggung tangan sampai ke sela jari-jari.
Kemudian, membersihkan bagian bawah kuku lalu membilas tangan dengan air bersih yang mengalir.
Langkah terakhir adalah mengeringkannya dengan kain bersih ataupun tissue.
"Jangan mengeringkan tangan dengan handuk yang sudah digantung berhari-hari karena lembab dan berkuman. Nanti jadi percuma cuci tangannya. Lebih baik pakai tissue," kata Pembajun seusai sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Rabu (10/4) di Balai Desa Sindutan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo.
Baca: Sosialisasi Germas di Triwidadi, Dinkes DIY Ajak Masyarakat Biasakan Cuci Tangan dengan Benar
Mencuci tangan, disebutnya sangat penting karena bisa membunuh kuman, virus, dan bakteri penyebab penyakit.
Penelitian membuktikan bahwa mencuci tangan mampu menurunkan angka potensi biang penyakit hingga 70 persen.
Mencuci tangan jadi entry poin dalam pencegahan penyakit, termasuk jenis penyakit tidak menular yang angkanya di Yogyakarta cukup tinggi secara nasional.
Seperti, kankter, stroke, hipertensi, stunting, dan lainnya yang dipengaruhi oleh pola hidup dan pola asuh, termasuk kebiasaan mencuci tangan.
Setidaknya ada beberapa kondisi yang mengharuskan masyarakat untuk mencuci tangan.
Yakni, pada saat hendak masuk ke ruangan pasien di rumah sakit dan sekeluarnya, sehabis bepergian, sehabis dari kamar mandi, sebelum menyantap makanan, dan setelah beraktivitas.
Baca: Dinkes Ingin Kurangi Penderita PTM Lewat Sosialisasi Germas