Gunungkidul

Warga yang Tinggal di Lokasi Rawan Bencana di Gunungkidul Ini Akhirnya Bersedia Direlokasi

Awalnya warga enggan untuk direlokasi namun setelah dilakukan pendekatan lebih intens akhirnya warga bersedia untuk direlokasi.

Warga yang Tinggal di Lokasi Rawan Bencana di Gunungkidul Ini Akhirnya Bersedia Direlokasi
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Warga desa mertelu dan BPBD lakukan kerja bakti membangun jembatan darurat, Kamis (7/3/2019). 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Beberapa warga yang awalnya menolak untuk dilakukan relokasi akhirnya kini mau untuk direlokasi lantaran rumah yang dihuni warga masuk dalam kategori rawan bencana.

Setidaknya ada 7 rumah yang penghuninya enggan direlokasi.

Adapun ketujuh rumah tersebut tersebar, 4 rumah berada di Desa Natah, Kecamatan Nglipar, satu rumah berada di Dusun Baturturu, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari; dan 2 rumah di Kecamatan Ngawen.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menuturkan awalnya warga enggan untuk direlokasi namun setelah dilakukan pendekatan lebih intens akhirnya warga bersedia untuk direlokasi.

Baca: Jalan Terputus Akibat Tanah Longsor, Warga Desa Mertelu Bikin Jembatan Darurat

"Kemarin memang sempat menolak namun setelah satu-satu saya datangi dan berikan penjelasan akhirnya mereka mau untuk direlokasi," katanya, Jumat (8/3/2019).

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar lebih peka dengan sungai yang dekat dengan tempat tinggal mereka terjadi kenaikan ketinggian air.

"Warga Gunungkidul mempunyai kearifan lokal yang masih melekat hingga sekarang misalnya warga yang melihat air tiba-tiba keruh warga biasanya langsung pindah dari tempat tinggal karena itu tanda-tanda sungai akan banjir. Saya mendengar langsung cerita-cerita seperti itu," ucapnya.

Imamawan mengatakan ketujuh rumah tersebut berada di bantaran sungai Oya, dan berada di lereng perbukitan.

Adanya kesepakatan ini, pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul berkoordinasi terkait tukar guling tanah dengan pemerintah desa. 

Baca: BPBD DIY : Pemerintah Kabupaten Perlu Segera Buat Kajian Relokasi Warga dari Kawasan Rawan Longsor

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved