Kota Yogya

Monumen SO 1 Maret jadi Sasaran Vandalisme, Pengelola Harus Datangkan Ahli Patung

Monumen SO 1 Maret jadi Sasaran Vandalisme, Pengelola Harus Datangkan Ahli Patung

Monumen SO 1 Maret jadi Sasaran Vandalisme, Pengelola Harus Datangkan Ahli Patung
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Koordinator Konservator Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Darsono menunjukkan relief yang dicorat-coret oleh oknum tak bertanggungjawab di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949, Selasa (19/2/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM - Baru saja selesai direstorasi pada akhir tahun lalu,  Monumen Serangan Oemum 1 Maret 1949 menjadi sasaran vandalisme oknum tak bertanggungjawab.

Padahal monumen yang dibangun di komplek Benteng Vredeburg tersebut merupakan cagar budaya.

Relief yang tadinya berwarna hitam polos, kini ternoda dengan cat warna. Ada pula yang sengaja mengecapkan telapak tangan ke relief tersebut.

Koordinator Konservator Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Darsono mengungkapkan bahwa vandalisme seperti itu baru dialami sekali. Selama ini memang ada beberapa vandalisme, tetapi bukan di reliefnya.

Baca: Oknum dari Toko Buang Sampah di Tempat Sampah Pedestrian Malioboro

Baca: UPT Malioboro Pikirkan Manajemen Sampah di Area Pedestrian

"Ini baru sekali dan yang terparah, beberapa memang ada vandalisme tetapi di bawahnya, bukan di relief. Kalau ini parah sekali, di reliefnya. Padahal baru Oktober 2018 kemarin direstorasi, karena ada yang merusak.Kami bahkan harus mendatangkan ahli patungnya," ungkapnya saat ditemui di Monumen SO 1 Maret 1949, Selasa (19/2/2019).

Ia menjelaskan vandalisme pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan Museum Benteng Vredeberg pada Jumat (15/2/2019) malam. Sementara laporan mengenai peristiwa tersebut baru diterimanya Senin (18/2/2019).

Mengetahui hal tersebut, pihaknya kemudian membersihkan dengan melakukan penyemprotan untuk membersihkan vandalisme tersebut.

"Kemarin seharin disemprot, disikat pake sikat besi. Nggak tau ini cat apa, kayaknya campuran. Kemarin penuh reliefnya, warna-warni. Kami juga menemukan 4 botol cat, ada pink, ungu. Sebagian sudah hilang, tapi masih ada bekasnya," jelasnya. (tribunjogja)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved