Kota Yogyakarta

PBTY 2019 Digelar Selama 7 Hari

Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini pelaksanaan PBTY digelar lebih lama yakni selama 7 hari selama 13-19 Februari 2019.

PBTY 2019 Digelar Selama 7 Hari
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Panitia PBTY saat memberikan keterangan pers di Dinas Komunikasi dan Persandian Kota Yogyakarta, Senin (11/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) kembali digelar.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini pelaksanaan PBTY digelar lebih lama yakni selama 7 hari selama 13-19 Februari 2019.

Seksi Acara PBTY, Bekti menjelaskan tiga naga raksasa akan menyemarakkan gelaran PBTY 2019.

Naga tersebut adalah Naga Nusantara dari Tangerang sepanjang 67m, Naga Hijau dari Magelang sepanjang 90m, dan Naga PBTY sepanjang 160m.

"Selain itu ada juga 6 Dadak Meram Reog yakni Reog raksasa dari Ponorogo dengan kepala Merak, lalu juga juara Jogja 1,2, dan 3 Dragon Festival yang meramaikan karnaval pada tanggal 16 Februari mendatang di Jalan Malioboro hingga Alun-Alun Utara," ucapnya, saat Jumpa Pers di Dinas Komunikasi dan Persandian Kota Yogyakarta, Senin (11/2/2019).

Baca: Tak Hanya Sajikan Budaya Tionghoa, PBTY 2018 Juga Angkat Seni dan Budaya Nusantara

Bekti menambahkan, untuk kompetisi JDF dilaksanakan di Sleman City Hall dan menjaring 20 peserta dari dalam maupun luar Kota Yogyakarta.

Setidaknya tersapat 8 tim asal Yogya yang unjuk gigi memperlihatkan kebolehan mereka dalam Jogja Dragon Festival.

Ketua PBTY, Harry Setio menjelaakan, bahwa di rumah budaya yang sekarang diakuisisi pemerintah, akan diadakan pertunjukan wayang potehi yang langka.

Baca: Warga Keturunan Tionghoa di Yogyakarta Awali Tahun Baru Imlek dengan Berdoa

"Kita juga hadirkan Wacinwa (Wayang Cina Jawa). Selama ini disimpan di Sonobudoyo untuk pendidikan dan sejarah. Ada juga kebaya peranakan atau pesisiran. Kaum tionghoa yang ada di Indonesia ini erat dengan budaya akulturasi," tuturnya.

Sementara itu, Humas PBTY, Fantoni menjelaskan bahwa tahun lalu pelaksanaan PBTY berlangsung selama lima hari, namun hari ini diperpanjang hingga tujuh hari pelaksanaan.

"Atas permintaan Sultan, kami melaksanakan PBTY selama tujuh hari ini. Dalam sehari setidaknya kami berkegiatan selama 5 jam dalam seminggu itu," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved