Yogyakarta

Polda DIY Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Pelecehan Seksual Mahasiswa UGM

Polda DIY hari ini kembali melakukan pemeriksaan kepada DK yang merupakan pihak terlapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswa UGM.

Polda DIY Sudah Periksa 20 Saksi Terkait Pelecehan Seksual Mahasiswa UGM
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Polda DIY hari ini kembali melakukan pemeriksaan kepada DK yang merupakan pihak terlapor dalam kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Maluku beberapa saat lalu.

Dalam jumpa pers yang dilakukan di Mapolda DIY pada Jumat (11/1/2019) Kombes Pol Hadi Utomo, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY menerangkan jika pemeriksaan tambahan tersebut dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan.

"Kenapa dilakukan pemeriksaan tambahan, karena memang kita perlukan. Setelah tim kami berangkat ke Maluku, ada beberapa hal yang perlu kita perjelas dari saudara DK, maka tadi kita panggil DK untuk diminta keterangan lagi. Agar jelas duduk perkaranya," katanya saat ditemui Tribunjogja.com.

Baca: 13 Langkah Flawless Make Up Look Flormar, Lengkap dengan Video Tutorial

Dia juga menerangkan jika nanti pada hari Senin, Hadi juga akan menyusul ke Maluku untuk memimpin penyidikan.

Mengenai hambatan yang terjadi, Hadi menerangkan dari pihak korban sampai saat ini belum mau menjalani visum et repertum.

"Diminta visum, malah dikembalikan lagi surat. Katanya untuk apa visum tidak relevan, itu menyimpulkan namanya, tidak relevan darimana, memangnya dia ahli. Namanya dugaan tindakan pidana pemerkosaan, pencabulan, harus kita buktikan apakah sudah terjadi belum hubungan badan itu. Penyidik bekerja berdasarkan alat bukti yang ada, bukan berdasarkan asumsi dan teori yang tidak jelas," katanya.

Baca: Kuasa Hukum Agni : UGM Tak Berikan Pendampingan Hukum Bagi Penyintas Kasus Pelecehan Seksual

Mengenai permintaan visum et repertum psikiatrikum yang diminta oleh korban, Hadi mengatakan itu merupakan tahapan selanjutnya.

"Itu tahapan selanjutnya, visum et repertum dulu baru itu. Seperti kalau kita wudlu ada tahapnya, pertama apa, saya akan menjadi salah jika tahapan itu tidak dilakukan. Perkara ini, korbannya saja susah kita hubungi," ungkapnya

Dia juga menghimbau, kepada pihak yang tidak tahu duduk permasalahan dimohon untuk tidak berkomentar.

Hal tersebut yang akan menyesatkan masyarakat.

Baca: Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswa UGM, Tim Kuasa Hukum Sebut Agni Menolak Melakukan Visum

"Penyidikan bukan seperti apa yang saat beredar. Kami mohon orang yang tidak memiliki data yang valid tidak usah berkomentar. Tidak usah jadi narasumber yang menyebarkan berita tidak jelas. Seperti telah terjadi perkosaan, terjadi perkosaan yang gimana," ungkapnya.

Sementara itu, Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto menerangkan saat ini sudah ada 20 orang yang diminta kesaksian.

"Saksi ada 20, mestinya ada 23, namun ada 3 saksi yang menurut kami cukup signifikan keterangannya, namun tidak bisa hadir. Inisial S, BG, EV. Dari beberapa pemberitaan banyak yang mencoba menyimpulkan, ada yang bilang pemerkosaan, saya harap tidak ada kesimpangsiuran, kami harap kerjasama yang baik," ungkapnya.

Dia menerangkan, jika yang membuat Polda cukup kesulitan secepatnya menyelesaikan kasus ini karena dari pihak korban, AL sampai saat ini tidak mau diminta visum. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved