Yogyakarta

Kapolresta dan Dandim Berharap Tokoh Masyarakat Ikut Berperan dalam Cipta Kondisi Jelang Pemilu

Melalui silaturahmi tersebut pihaknya ingin menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat melalui tokoh-tokoh yang hadir

Kapolresta dan Dandim Berharap Tokoh Masyarakat Ikut Berperan dalam Cipta Kondisi Jelang Pemilu
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini (kanan) dan Dandim 0734 Kota Yogyakarta, Letkol Infantri Bram Pramudia (kiri) melakukan silaruhami dengan tokoh masyarakat Kota Yogyakarta untuk menciptakan Pemilu yang aman dan damai di Hotel Royal Darmo Malioboro, Kamis (10/1/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka menciptakan kondisi aman jelang Pemilu bulan April mendatang, Polresta Yogyakarta mengadakan silaturahmi Kamtibmas dengan warga dan tokoh masyarakat Kota Yogyakarta di Hotel Royal Darmo Malioboro, Kamis (10/1/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini mengatakan, melalui silaturahmi tersebut pihaknya ingin menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat melalui tokoh-tokoh yang hadir.

"Kami ingin sampaikan pesan-pesan yang sederhana namun tepat. Harapannya nanti setelah acara ini, tokoh-tokoh masyarakat yang hadir di sini bisa menyampaikan kepada masyarakat luas," katanya.

Baca: Polresta Yogyakarta Akan Tindak Tegas dan Tilang Motor dengan Knalpot Blombongan

"Tahun ini kan tahun politik,kita harus bersama-sama menjaga dan menciptakan kondisi aman, damai, dan sejuk. Supaya pileg dan pilpres April mendatang bisa berlangsung kondusif," sambungnya.

Dalam silaturahmi tersebut salah satu yang menjadi pembahasan adalah kampanye dengan knalpot blombongan.

Kapolresta menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada simpatisan yang kampanye menggunakan motor dengan knalpot blombongan.

Tindakan tegas tersebut merupakan bagian dari pembelajaran bagi simpatisan yang melanggar.

Hal itu dilakukan agar dapat menyongsong Pemilu dengan suasana yang damai.

Baca: Polda DIY Instruksikan Penilangan Terhadap Peserta Kampanye yang Pakai Knalpot Brong

"Kami dari pihak kepolisian itu tidak mau sedikit-sedikit dipenjara. Pemenjaraan itu langkah terakhir. Kami lakukan pembinaan dulu, diberikan pengertian dan arahan. Harapannya Pemilu bejalan dengan baik dan damai. Kalau kampanye dengan motor blombongan itu bukan warga datang, tetapi justru malah pada pergi. Ya kalau kampanye yang positif saja," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved