Kriminal

Hadir sebagai Saksi, Keluarga Korban Pembunuhan di Tegalrejo Berharap Terdakwa Dihukum Mati

Tidak hanya melakukan pencurian, Nopek juga memperkosa, dan membunuh dengan melemparkan ke tubuh ACM ke sungai Winongo.

Hadir sebagai Saksi, Keluarga Korban Pembunuhan di Tegalrejo Berharap Terdakwa Dihukum Mati
policeline.co
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Nova Candra alias Nopek (27), pelaku pembunuhan dan pemerkosaan ACM (10) pada Minggu (30/9/2018) lalu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan duduk di kursi pesakitan.

Warga Tegalrejo, Yogyakarta tersebut didakwa melakukan pembunuhan berencana yang termuat pasal primair 340 KUHP dan subsidair 338 KUHP serta Pasal 76c Jo pasal 81 (1) UU No 35 Tahun 2014.

Penasihat Hukum keluarga ACM, Tommy Susanto, SH mengatakan sidang kali ini merupakan sidang ketiga, dengan agenda Pemeriksaan Saksi.

Dalam sidang yang berlangsung tertutup tersebut, terdapat tiga saksi yang diperiksa, termasuk keluarga ACM.

Baca: Warga Tegalrejo Yogyakarta Temukan Sesosok Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Winongo

"Hari ini sidang ketiga, agenda pemeriksaan saksi. Dari jaksa dihadirkan tiga saksi, ada ibu korban, kakak korban, dan saksi yang melihat," katanya saat dihubungi Tribun Jogja, Rabu (9/1/2019).

Ia melanjutkan perbuatan yang dilakukan Nopek sangat tidak berperikemanusiaan.

Tidak hanya melakukan pencurian, Nopek juga memperkosa, dan membunuh dengan melemparkan ke tubuh ACM ke sungai Winongo.

Oleh sebab itu, pihak keluarga berharap Nopek diberikan hukuman setimpal.

"Yang dilakukan terdakwa itu sangat sadis dan kejam. Terdakwa mencuri anting dan cincin milik korban. Sesudah itu memperkosa, masih dibunuh dengan dilempar ke sungai. Apalagi dilakukan pada anak usia 10 tahun, itu kan luar biasa," lanjutnya.

Baca: Kasus Pembunuhan Berantai Terungkap Setelah 42 Tahun, Pelakunya Telah Berusia 72 Tahun

"Kalau harapan dari keluarga ya hukuman mati, kalau ancaman maksimal kan hukuman mati. Tetapi kami tahu itu tidak mungkin. Jadi ya kami berharap nanti terdakwa dihukum seumur hidup, supaya dia tidak bisa lagi menyakiti orang lain,"sambungnya.

Pihak keluarga pun sebernarnya tidak menduga bahwa AMC diperkosa dan dibunuh oleh tetangganya sendiri.

Bahkan rumah terdakwa dan rumah korban sangat dekat.

"Keluarga sangat tidak menyangka, namanya tetangga kan harusnya menjaga satu sama lain. Tentu ini jadi pelajaran bagi kita semua. Semoga ibu dan keluarga korban juga bisa hidup bahagia, tanpa ada gangguan psikis," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved