Yogyakarta
Sri Sultan HB X akan Tinjau Lokasi Pembangunan Bandara NYIA
Selain meninjau pembangunan, Sri Sultan HB X juga direncanakan akan memantau kesiapan infrastruktur penunjang seperti transportasi kereta api bandara.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan jajarannya dijadwalkan akan meninjau progres pembangunan bandara NYIA di Kulonprogo, Selasa (8/1/2019) besok.
Selain meninjau pembangunan, Sri Sultan HB X juga direncanakan akan memantau kesiapan infrastruktur penunjang seperti transportasi kereta api bandara.
“Saya akan pantau perkembangan dan progresnya,” kata Sri Sultan HB X di Kepatihan, Senin (7/1/2019).
Baca: Mengenal Sultan Muhammad V: Minta Gaji Dipangkas hingga Persunting Mantan Miss Moscow
Sekda DIY, Gatot Saptadi menjelaskan, Gubernur DIY akan meninjau lokasi bandara dengan menggunakan kereta inspeksi dari stasiun Tugu.
Ada dua gerbong yang dipergunakan untuk tinjauan lapangan tersebut.
Baca: Sultan Tawarkan Gedung Bekas Kantor Pajak untuk Kantor Imigrasi Dekat NYIA
“Selama di kereta dalam perjalanan hingga stasiun Wojo selama 30 hingga 45 menit, Gubernur akan mendapatkan penjelasan mengenai kereta bandara dari PT KAI,” ujarnya.
Begitu sampai stasiun Wojo, rombongan Sultan HB X akan menuju lokasi pembangunan bandara dengan menggunakan kendaraan roda empat.
Di sana, kata dia, ada beberapa tim pembangunan yang akan memberikan penjelasan mengenai progres pembangunan seperti dari PP dan Angkasa Pura 1.
“Ini untuk meninjau kesiapan bandara baru meyakinkan untuk bisa beroperasional pada bulan April mendatang. Presiden Jokowi juga direncanakan akan datang untuk memantau perkembangan dan kesiapan bandara baru ini,” urainya.
Baca: Pembangunan Bandara NYIA Bikin Penasaran Wisatawan Pantai Glagah
Beberapa bangunan yang akan ditinjau diantaranya adalah bangunan terminal, penempatan VVIP room.
Selain itu juga untuk penempatan gerai UMKM nantinya akan seperti apa.
Untuk desain UMKM, pihaknya menyebut akan dibangun di lahan seluas 1600 meter persegi.
“Namun untuk teknis sewa dan bisnis plannya seperti apa belum dibicarakan,” jelasnya.
Baca: Raja Malaysia Mundur, Sultan Muhammad V Kembali ke Kelantan Darul Naim
Untuk stasiun bandara, ujar Gatot, nantinya akan dibangun di Kedundang.
Hal ini mengingat jarak dan juga ketepatan lokasi.
Termasuk, kawasan ini nantinya juga akan mengembangkan daerah sekitarnya secara ekonomi dan sosial. (TRIBUNJOGJA.COM)