Penjelasan dan Fakta Seputar Mi Instan dan Nasi yang Dipercaya Bikin Badan Cepat Gemuk

Hal tersebut berarti mi instan lebih berisiko menyebabkan tubuh cepat gemuk jika dibandingkan nasi.

Penjelasan dan Fakta Seputar Mi Instan dan Nasi yang Dipercaya Bikin Badan Cepat Gemuk
vemale.com
Ilustrasi: Mi Instan 

TRIBUNJOGJA.COM - Mi instan dan nasi merupakan jenis makanan yang banyak mengandung kalori dan dipercaya dapat membuat badan cepat gemuk.

Namun manakah di antara keduanya yang paling cepat membuat berat badan bertambah jika dikonsumsi secara berlebihan?

Dilansir Tribunjogja.com melalui Alodokter.com, disebutkan bahwa kandungan kalori mi instan hampir lima kali lipat lebih banyak dari nasi.

Hal tersebut berarti mi instan lebih berisiko menyebabkan tubuh cepat gemuk jika dibandingkan nasi.

Terlebih banyak orang Indonesia yang memakan mie instan yang disajikan dengan lauk lain seperti telur, sosis, kornet atau keju.

Tentu saja penyajian tersebut justru dapat menambah kandungan kalori dalam mi instan.

Satu lagi kebiasaan khas masyarakat di Indonesia yang tidak baik yaitu mencampurkan mi instan dengan nasi, sehingga kalori yang dikonsumsi menjadi berlipat.

Baca: Cuti Bersama 2019 dan Hari Libur Nasional, Juni Paling Banyak Libur

Baca: Tanda-tanda Alam Pemicu Munculnya Tsunami yang Patut Diwaspadai

Padahal, dalam satu hari yang terdiri dari tiga kali waktu makan, kebutuhan kalori wanita dewasa hanya sekitar 1.800-2.000 dan pria dewasa sekitar 2.200-2.400.

Selain itu, mengkonsumsi mi instan terlalu sering juga tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Sebab kaldu instan umumnya memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi.

Kelebihan asupan sodium dapat membahayakan tubuh, misalnya memperberat kerja ginjal, tekanan darah tinggi, stroke, dan gangguan jantung.

Tak hanya mi instan yang berbahaya, mengonsumsi nasi putih secara berlebihan juga bisa memicu sejumlah penyakit.

Menurut penelitian, masyarakat Asia yang mengonsumsi nasi tiap hari lebih berisiko mengalami diabetes dibandingkan dengan masyarakat Eropa yang hanya mengonsumsi nasi kurang dari 5 kali per minggu. (*)

Penulis: Hanin Fitria
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved