Sleman

Sopir Pikap vs Pengendara Scoopy Diduga Klitih di Sleman, Begini Akhir Kasusnya

Pengakuan SopirPickup vs Pengendara Scoopy Diduga Klitih di Sleman, Begini Akhir Kasusnya

Sopir Pikap vs Pengendara Scoopy Diduga Klitih di Sleman, Begini Akhir Kasusnya
TRIBUNJOGJA.COM / Josef Leon Pinsker
Warga melintas di TKP kecelakaan yang melibatkan sebuah pikap dan sepeda motor jenis Scoopy di depan Puskesmas Sayegan, Jln Kebon Agung Km 10,8, Dusun Seyegan, Margokaton, Sleman, Jumat (7/12/2018) dini hari. 

TRIBUNJOGJA.COM SLEMAN - Polres Sleman masih mendalami kasus dugaan klitih yang berujung pada kecelakan lalu lintas di wilayah Seyegan.

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi kecelakaan antara mobil pikap yang dikemudikan Nur Irawan bersama istrinya dan dua orang pelajar pengendara sepeda motor di
jalan Seyegan Kebonagung depan Puskesmas Seyegan.

Atas kecelakaan itu, dua orang pengendara sepeda motor tewas karena parahnya luka yang didapat.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Anggaito Hadi Wibowo, memaparkan pihaknya sudah memeriksa keterangan dari sopir mobil pickup.

Dari keterangan yang bersangkutan, Nur Irawan, saat itu ia tengah melakukan pengejaran kepada dua orang pengendara sepeda motor karena telah melakukan pemukulan kaca
mobil di wilayah Mlati.

"Kalau keteranganya, sopir mau mengejar dua anak itu karena memecah kaca mobilnya. Kejar-kejaran itu terjadi dari wilayah Mlati sampai Seyegan

Sesampainya di Segeyan, tiba-tiba sepeda motor melambatkan lajunya, sopir mobil yang berada di belakang tak sempet mengerem dan terjadilah kecelakaan tersebut," ujar
Anggaito, saat ditemui Selasa (11/12/2018)

Pick up dan motor Scoopy yang terlibat kecelakaan di Seyegan saat ini berada di Polres Sleman.
Pick up dan motor Scoopy yang terlibat kecelakaan di Seyegan saat ini berada di Polres Sleman. (IST)

Saat kejadian, sopir mobil sempat membanting stir ke kiri sehingga mobil yang kehilangan kendali menghantam rumah warga.

Saat disinggung perihal dugaan klitih, Anggaito memaparkan bahwa pihaknya telah menemukan bukti berupa pecahan kaca di wilayah Mlati, selain itu juga diamankan tongkat
besi yang diduga dibawa oleh dua anak tersebut.

"Soal kasus klitih, kasus ditutup karena dua anak yang diduga melakukan telah meninggal. Namun kasus ini juga berat di kecelakaan lalu lintasnya," paparnya.

Baca: Sopir Mobil Pickup dalam Kasus Laka di Seyegan Dapat Diproses Hukum

Baca: Pelaku Penyerangan Mobil Pikap di Seyegan Tewas dalam Kecelakaan, Polisi Belum Beberkan Motifnya

Baca: Laka Pikap dan Sepeda Motor di Seyegan, Satu Rumah Warga Rusak

Polisi mengamati TKP lakalantas yang terjadi di Puskesmas Sayegan, Jumat (7/12/2018) dini hari yang melibatkan mobil pikap dan sebuah sepeda motor.
Polisi mengamati TKP lakalantas yang terjadi di Puskesmas Sayegan, Jumat (7/12/2018) dini hari yang melibatkan mobil pikap dan sebuah sepeda motor. (TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon)
Halaman
12
Penulis: nto
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved