Bantul

Hadiri Dialog UMKM di Bantul, Sandi Bicara Soal Insentif Pajak hingga Bantuan Ongkos Pengiriman

Sandi melakukan dialog bersama puluhan anak-anak muda yang bergerak dalam bidang usaha UMKM.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno hadir dan mengisi dialog UMKM Marketers Jogja di Yoshugi Media Group, jalan Wonosari Km 8, Potorono, Banguntapan Bantul, Minggu (02/12/2018) sore.

Dari pantauan Tribunjogja.com, dalam kesempatan itu, Sandi melakukan dialog bersama puluhan anak-anak muda yang bergerak dalam bidang usaha UMKM.

Menurutnya bisnis UMKM di Yogyakarta saat ini sedang berkembang cukup pesat dan ke depannya diharapkan bisa menjadi tulang punggung penciptaan lapangan kerja.

Ada tiga masukan, kata Sandi yang disampaikan oleh para pelaku UMKM kepada dirinya.

Pertama, soal insentif pajak.

"Pajak bisa menjadi salah satu insentif, jika kita bebaskan dua tahun pertama perusahaan startup dari kewajiban membayar pajak," katanya.

Kedua, soal bantuan ongkos pengiriman.

Baca: Sandiaga Uno Hadiri Dialog UMKM di Bantul

Menurut Sandi, banyak sekali UMKM di Indonesia yang sebenarnya menjual barang dagangan sampai ke luar negeri, tetapi sangat berat di ongkos pengiriman.

Dan terakhir yang disampaikan oleh para pelaku UMKM adalah mengenai masalah klasik yang kerap kali dihadapi yakni perizinan dan sumberdaya manusia.

"Menurut kami, bisa disolusikan jika sering duduk bersama dengan para pelaku UMKM digital untuk membantu meningkatkan ekonomi mereka, ekonomi rakyat, sehingga mendapatkan kemandirian ekonomi kita khususnya di era industri 4.0," tutur mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Baca: Sandiaga Uno Cicipi Bakmi Godog dan Mangut Lele Magelang, Sandi: Enak Banget Rasanya

Sementara itu, Chairman PT Yoshugi Media Group, Yoyok Rubiantono berharap dengan kehadiran Sandiaga Salahuddin Uno di Bantul semoga apa yang disampaikan oleh para pelaku UMKM dapat terpenuhi.

"Kita punya banyak masukan dari teman (pelaku UMKM) bahwa suatu saat nanti insentif pengiriman ke luar negeri (di Indonesia) bisa seperti di China. Sehingga kita bisa berkompetisi apple to apple sehingga kita bisa menguasai dunia," tuturnya.

Terlebih, menurut dia, apabila insentif pajak bisa diterapkan maka akan sangat membantu sekali terutama di dua tahun pertama.

"Karena kita baru lahir disuruh bayar pajak. Tapi kalau baru lahir diberikan kesempatan untuk tumbuh, Insyaallah akan jauh lebih punya sangu (bekal) untuk berkembang," ujar dia. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved