Pendidikan

Promosi Kebudayaan, Pemda DIY Jajaki Program Pertukaran Dosen dan Mahasiswa dengan Amerika

Promosi Kebudayaan, Pemda DIY Jajaki Program Pertukaran Dosen dan Mahasiswa dengan Amerika

Promosi Kebudayaan, Pemda DIY Jajaki Program Pertukaran Dosen dan Mahasiswa dengan Amerika
internet
pemprov DIY

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah DIY tengah menjajaki kerjasama pertukaran dosen dan mahasiswa dengan dua universitas di Amerika Serikat.

Kerjasama pertukaran mahasiswa dan tenaga pengajar ini nantinya digadang-gadang menjadi promosi kebudayaan Yogya di negeri Paman Sam tersebut.

Wakil Kepala Dinas Kebudayaan, Sigit Raharjo mengatakan, ada dua universitas yang dikunjungi Pemprov DIY di Amerika Serikat selama sembilan hari dari tanggal 4 hingga 13 November 2018.

Dua universitas ini yakni Universitas Wesleyan, sebuah perguruan tinggi liberal arts yang terletak di Middletown, Connecticut.

Universitas Wesleyan adalah institusi pendidikan tinggi tertua keempat di Amerika Serikat.

Baca: Jadi Duta Keselamatan Lalu Lintas, Siswa SMAN 1 Pakem Rajin Ingatkan Ayah Pakai Sabuk Pengaman

Wesleyan didirikan pada tahun 1831. Saat ini, Wesleyan merupakan satu-satunya institusi liberal arts yang memberikan program S1 (Bachelor of Arts) di humaniora, ilmu sosial, dan ilmu pengetahuan alam, sekaligus program S2 (Master) dan S3 (PhD).

Selain Wesleyan, adalah Universitas Yale, sebuah universitas swasta di New Haven, Connecticut.

Didirikan pada 1701 sebagai Collegiate School, Yale adalah institusi pendidikan tinggi ketiga tertua di Amerika Serikat.

Universitas ini memiliki banyak penerima Penghargaan Nobel dan Presiden Amerika Serikat, termasuk William Howard Taft, Gerald Ford (LL.B), George H.W. Bush (BA), Bill Clinton (JD), dan George W. Bush (BA).

Baca: Gelar Pelatihan Menulis, STIE Mitra Indonesia Ajak Dosen Perbanyak Buat Tulisan di Media Massa

“Kami mendapat informasi untuk tukar tenaga pengajar dan mahasiswa. Nanti, mereka (universitas) akan berkirim surat pada kami,” jelas Sigit, Rabu (14/11/2018).

Sigit menjelaskan, untuk pertukaran pengajar dan mahasiswa ini bisa dari UGM atau Institus Kesenian Indonesia (ISI). Hal ini karena dua universitas ini memiliki jurusan yang sama dengan kedua universitas ini.

Untuk mahasiswa di Yogyakarta, pihaknya nanti akan mendorong melalui beasiswa LPDP. Pembiayaan terkait pertukaran ini juga bisa dibicarakan dengan menyesuaikan dengan regulasi yang ada.

“Kalau partnership biasanya ada sharing sesuai dengan hak dan kewajiban, nanti kami bahas bersama,” ulasnya. (tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved