Jawa

Bawaslu Kabupaten Magelang Panggil Nafa Urbach Terkait Pemasangan APK pada Mobil Tangki BPBD

Caleg dari Partai Nasdem tersebut diduga telah melanggar aturan kampanye karena menggunakan mobil tangki air BPBD Kabupaten Magelang

Bawaslu Kabupaten Magelang Panggil Nafa Urbach Terkait Pemasangan APK pada Mobil Tangki BPBD
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Nafa Urbach 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Magelang memanggil salah seorang Calon Legislatif DPR RI, Nafa Indira Urbach, Senin (5/11/2018) untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran kampanye.

Caleg dari Partai Nasdem tersebut diduga telah melanggar aturan kampanye karena menggunakan mobil tangki air BPBD Kabupaten Magelang dalam kegiatan kampanyenya beberapa waktu lalu.

"Nafa Urbach dan tim kampanyenya diduga melanggar Pasal 280 junto pasal 521 UU 7 tahun 2017 karena menggunakan mobil plat merah dalam kegiatan kampanye," ujar Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Magelang Fauzan Rofiqun, Senin (5/11/2018).

Baca: Ini Alasan Nafa Urbach Masih Betah Hidup Menjanda

Fauzan menuturkan, pihaknya telah melayangkan pemanggilan kepada Nafa Urbach, tetapi yang bersangkutan beralasan tidak dapat hadir karena tengah syuting acara di salah satu stasiun TV swasta nasional.

"Karena yang bersangkutan tidak dapat hadir, kami memanggil tim kampanye dari caleg DPR RI tersebut. Kami juga sudah mengklarifikasi saksi dari BPBD dan warga," kata Fauzan.

Menurut Fauzan pelanggaran yang dilakukan atas pasal 280 ayat (1) huruf h, junto Pasal 521 UU 7 tahun 2017 merupakan tindak pidana pemilu dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

Dugaan pelanggaran larangan kampanye ini terungkap saat Nafa Urbach dan tim kampanyenya melakukan kampanye dalam bentuk baksos pembagian air bersih kepada masyarakat Dusun Kenteng, Desa Bawang, Kecamatan Tempuran.

Baca: Pemkab Magelang Segera Susun Regulasi Penggunaan Batik Lokal

Saat itu, Tim Kampanye Nafa menghubungi BPBD Kabupaten Magelang untuk menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat Bawang, Tempuran.

Saat menyalurkan air bersih, tim kampanye memasang APK dalam bentuk spanduk di mobil tangki.

"Tim Kampanye Nafa memasang Alat Peraga Kampanye (APK) berbentuk spanduk di mobil tangki air BPBD Kabupaten Magelang. Padahal mobil BPBD merupakan kendaraan plat merah yang tidak boleh digunakan untuk kegiatan kampanye," ujar Fauzan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang MH Habib Shaleh, mengatakan, pihaknya akan mengirimkan panggilan ulang kepada Nafa Urbach agar dapat datang memberikan klarifikasinya terkait dugaan pelanggaran larangan dalam kampanye tersebut.

Baca: Petugas BPBD Magelang Bagikan Masker ke Masyarakat dan Pelajar Sekolah

"Kami akan panggil lagi yang bersangkutan untuk datang dan memberikan klarifikasi atas dugaan pelanggaran tersebut," ujar Habib.

Habib pun meminta para caleg dan tim kampanye untuk mematuhi ketentuan kampanye sesuai diatur UU 7 tahun 2017, PKPU 33 tahun 2018 tentang perubahan kedua atas PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum, terutama perihal larangan dalam kampanye serta aturan pemasangan APK dan penyebaran Bahan Kampanye (BK).

"Metode kampanye sudah diatur dalam UU 7 tahun 2017 dan PKPU. Pelanggaran atas larangan dalam kampanye juga sudah diatur dengan jelas. Kami mendorong caleg dan tim kampanye untuk mematuhi ketentuan yang ada. Sudah menjadi tugas Bawaslu untuk menegakan aturan kampanye," kata Habib.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved