Yogyakarta

Sumpah Pemuda, PERHUMAS Muda Yogyakarta Gaungkan #PemudaBicaraBaik

Kampanye Pemuda Bicara Baik ini diharapkan menjadikan pemuda sebagai penggerak semangat masyarakat untuk menghilangkan ujaran kebencian.

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
PERHUMAS Muda Yogyakarta menggelar kampanye #PemudaBicaraBaik dan bagikan 4.500 Bendera Merah Putih dalam memperingati hari sumpah pemuda di Tugu Pal Putih Yogyakarta, Minggu (28/10/2018) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peringati momentum hari Sumpah Pemuda, PERHUMAS Muda Yogyakarta (PMY) sebagai perkumpulan mahasiswa yang memiliki minat dalam hal kehumasan menggelar aksi kampanye bertajuk #PemudaBicaraBaik di Tugu Pal Putih Yogyakarta, Mingu (28/10/2018) sore.

Dari pantauan Tribunjogja.com, kegiatan ini diikuti oleh 60 organisasi dan komunitas mahasiswa yang ada di Yogyakarta.

Baca: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sleman Pimpin Upacara di Desa Sardonoharjo

Organisasi dan komunitas tersebut berangkat dari rasa prihatin atas merebaknya kasus-kasus ujaran kebencian yang terus terjadi di Indonesia.

Ketua PERHUMAS Muda Yogyakarta, Satriyo Wicaksono mengungkapkan, berdasarkan data Menteri Komunikasi dan Informatika, aduan mengenai SARA/ujaran kebencian menduduki peringkat pertama dengan 13.829 laporan dalam rentang waktu 1 Januari hingga 18 September 2017.

Berangkat dari hal itulah, organisasi yang bergerak di bidang kehumasan ini kemudian menggagas kampanye Pemuda Bicara Baik.

"Kampanye Pemuda Bicara Baik kami garap untuk menyebarkan virus bertutur apik, sehingga masyarakat Jogja semakin sedikit bahkan tidak ada lagi yang melakukan komunikasi dengan isu sara atau ujaran kebencian. Ketika itu sudah berhasil, maka masyarakat pun akan lebih bersatu dan guyub rukun, tidak mudah terpecah belah” ujarnya kepada media di Tugu Pal Putih Yogyakarta, Minggu (28/10/2018) sore.

Satriyo mengungkapkan, pada kampanye ini PERHUMAS Muda Yogyakarta juga mengukuhkan 45 relawan, membagikan 450 stiker #PemudaBicaraBaik dan mendistribusikan 4.500 bendera merah putih serta quotes kepada masyarakat sekitar.

Angka 45 sendiri dipilihnya guna menunjukkan semangat kemerdekaan yang terus menjalar dalam jiwa pemuda Indonesia.

"Bersama relawan-relawan inilah nanti kedepannya kami saling bersinergi, mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk bertutur apik, terutama kalangan millennial yang menjadi target utama kami," tuturnya.

Satriyo menambahkan, ribuan bendera merah putih dikemas dalam bentuk kertas dan diberi pita pada ujung atasnya.

Ketika dibalik, kutipan kalimat tokoh tentang kepemudaan pun terpampang jelas.

"Bendera merah putih kami kemas untuk sebuah gantungan atau hiasan, pampangan merah putih akan terus membuat jiwa nasionalisme terus mengalir dalam darah dan kutipan kalimat tokoh di belakangnya memberikan sentuhan hati agar terus mau berbuat baik," tambah Satriyo.

Selain itu, PERHUMAS Muda Yogyakarta selaku penggagas kegiatan juga menghadirkan dua stand yang berisi tulisan-tulisan ungkapan baik dan buruk.

Dengan begitu, masyarakat pun dapat merasakan sensasi langsung mendapatkan cacian atau justru obrolan positif.

"Kami terbagi menjadi beberapa tim, ada tim yang bertugas di persimpangan Tugu Pal Putih untuk membagikan ribuan bendera, ada yang di stan ujaran untuk mengajak masyarakat merasakan sensasi langsung, dan ada tim khusus yang diterjunkan untuk mendatangi masyarakat satu per satu untuk memaparkan fakta serta isu-isu terkait ujaran," katanya.

Satriyo berharap, melalui kampanye Pemuda Bicara Baik ini menjadikan pemuda khususnya mahasiswa yang ada di Yogyakarta sebagai penggerak semangat masyarakat untuk menghilangkan ujaran kebencian.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved