Bantul

Sosialisasi Kebangsaan, Idham Samawi Ajak Kepala Desa Membangun Bangsa dari Desa

Sosialisasi ini mengambil tema peran strategi desa dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Idham Samawi menggelar seminar sosialisasi Kebangsaan bersama aparatur pemerintah di hotel Ros in, Sewon, Bantul, Sabtu (20/10/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Anggota DPR RI, Idham Samawi, menggelar sosialisasi kebangsaan bersama aparatur pemerintah di Hotel Ros in, Sewon, Bantul, Sabtu (20/10/2018).

Sosialisasi ini mengambil tema peran strategi desa dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh segenap Kepala/Lurah desa terpilih se-kabupaten Bantul dan dimoderatori oleh akademisi dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito.

Dalam kesempatan ini, Idham Samawi menjelaskan bahwa ujung dari pemerintahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia sebenarnya ada di Desa.

Kepala Desa (lurah) memiliki peran sangat startegis, menjadi ujung tombak segala keberlangsungan dan perkembangan kehidupan yang ada di masyarat desa.

"Pemerintahan desa itu memiliki local wisdom. Begitu startegis. Karena itu, untuk membangun kecintaan kepada bangsa harus dimulai dari kecintaan kepada Desa, kemudian cinta pada Kecamatan, Kebupaten, Provinsi hingga cinta kepada tanah air, Indonesia," terangnya.

Kepala desa/Lurah, kata Idham, saat ini memiliki peran startegis dan legitimasi kuat pada pemerintahan tingkat desa, karena dipilih langsung oleh rakyat, sehingga tidak lagi ada sekat.

Setiap hari, menurutnya, seorang kepala desa bisa langsung bisa bertemu dengan rakyat, dan mengetahui secara langsung apa saja yang terjadi pada masyarakatnya.

"Setingkat Bupati sama rakyatnya masih ada jarak. Tetapi, kepala desa dengan rakyat itu tak ada sekat. Setiap hari bisa bertemu masyarakat. Dia (kepala desa) mengetahui jika ada rakyatnya yang lapar, ada anak yang kurang gizi. Segala sesuatu yang ada di desa, kepala desa tahu," tutur dia.

Lebih lanjut, Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengatakan tahun mendatang pemerintah berencana menambah alokasi dana desa.

Ia berharap, Kepala Desa nantinya bisa menggunakan dana desa untuk membangun infrastruktur dan menggerakkan sektor ekonomi lokal, demi tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurutnya, itulah yang menjadi harapan dalam program nawa cita presiden Joko Widodo.

"Membangun Indonesia dari pinggiran (desa)," ungkap dia.

Diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berencana menambah alokasi dana desa tahun 2019 hingga mencapai Rp70 triliun - Rp80 triliun untuk 74.957 Desa seluruh Indonesia.

Masing-masing desa nantinya akan mendapatkan alokasi dana desa dari pemerintah pusat mencapai Rp1 miliar lebih. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved