Kulonprogo

JCW Desak Polda DIY Ungkap Dugaan Pingli di Glagah

JCW mendesak Polda) DIY mengusut tuntas kasus dugaan pungli oleh oknum pemerintah desa Glagah.

JCW Desak Polda DIY Ungkap Dugaan Pingli di Glagah
Net
ILUSTRASI 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Jogja Corruption Watch (JCW) mendesak Kepolisian Daerah Istrimewa Yogyakarta (Polda) DIY mengusut tuntas kasus dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum pemerintah desa Glagah, Kecamatan Temon.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga diminta turun tangan untuk pendampingan dalam proses hukumnya.

Baca: Patra Pansel Nilai Aparat Kurang Sigap Usut Dugaan Pungli di Glagah

Hal itu diungkapkan Koordinator Pengurus Harian JCW, Baharuddin Kamba dalam keterangannya, Senin (8/10/2018).

Pihaknya mendesak Kapolda DIY untuk mengusut tuntas kasus dugaan pungli dan penyunatan dana kompensasi yang diterima warga Glagah untuk pembebasan lahan pembangunan Yogyakarta International Airport (NYIA)'>New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Polda disebutnya harus memeriksa para saksi dan mencari data-data yang mendukung pembongkaran kasus tersebut.

"Hal ini penting agas kasus dugaan pungli ini secara terang benderang tidak menimbulkan fitnah disampaikan ke publik. Selain juga sebagai bentuk akuntabilitas karena dalam kurun terakhir Polda DIY minim mengungkap kasus korupsi," ungkap Kamba pada Tribunjogja.com.

Seperi diketahui, kasus dugaan pungli oknum aparat desa Glagah terkait dana kompensasi warga tedampak NYIA mencuat dalam aksi demo Patra Pansel di perempatan Pasar Glagah, Senin (27/8/2018).

Patra Pansel menyebut ada oknum perangkat desa yang telah melakukan pungutan tak resmi kepada warga penerima uang ganti rugi pembebasan lahan.

Oknum bersangkutan berdalih pungutan tersebut sebagai uang tinta sebab pencairan kompensasi bisa dilakukan atas jasanya.

Berdasarkan pengakuan warga, jumlah korban pungli oknum tidak sedikit.

Halaman
123
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help