Pendidikan
Dosen Teknik Sipil UGM Sebut Bangunan di Lombok Rawan terhadap Gempa
Sejumlah masjid di sana ternyata dibangun tanpa menyertakan pihak yang ahli. Bangunan dibuat hanya berdasarkan pengetahuan warga.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Selain rumah sakit, Tim Teknis Pemeriksa Bangunan Fakultas Teknik (FT) UGM juga mengecek kualitas dan struktur bangunan lain di Lombok, NTB.
"Kami mengecek struktur bangunan rumah, sekolah, hingga masjid yang terdampak gempa," jelas Ashar Saputra, Dosen Teknik Sipil FT UGM, Selasa (14/08/2018).
Baca: Fakultas Teknik UGM Laporkan Hasil Assessment Situasi Lombok Pascagempa
Berdasarkan pengecekan tersebut, Ashar menemukan tiga kategori struktur bangunan yang ada di Lombok.
Pertama adalah bangunan tanpa beton bertulang, hanya susunan tembok pasangan bata.
Kedua memiliki struktur tulang namun strukturnya tidak terikat.
"Namun kami juga menemukan bahwa sejumlah bangunan sudah menggunakan struktur dan teknik yang tepat," jelas Ashar.
Ashar juga memberikan laporan menarik, di mana sejumlah masjid di sana ternyata dibangun tanpa menyertakan pihak yang ahli.
Bangunan dibuat hanya berdasarkan pengetahuan warga.
Akibatnya, Ashar menyebut sejumlah masjid mengalami kerusakan parah setelah diguncang gempa.
"Itu saya dapatkan informasinya langsung dari warga setempat," kata Ashar.
Baca: Bangunan Rumah Sakit di Lombok Masih Layak Digunakan Meski Terdampak Gempa
Terkait permasalahan ini, Ashar pun menyatakan akan memberikan pendampingan dan pelatihan pada warga tentang cara membuat bangunan yang aman dan tahan terhadap gempa.
Namun, ia menyatakan akan menunggu Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memastikan kondisi bangunan.
"Kami akan bekerjasama dengan perguruan tinggi di sana untuk memberikan pemahaman pada warga," kata Ashar.(*)