Bantul

Bupati Bantul Berharap Keluarga Berperan Aktif Terhadap Pengawasan Anak

Bupati Bantul, Drs Suharsono, berharap keluarga bisa lebih berperan aktif dalam pengawasan terhadap tumbuh kembang anak-anak.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Deputi bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN pusat, Prof Muhammad Rizal Damanik memberikan penghargaan kepada Kabupaten Sleman (juara I) Kota Yogyakarta (juara II) dan Bantul (juara III) yang ikut andil dalam peningkatan kualitas keluarga. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ahmad Syarifudin.

TRIBUNJOGJA.BANTUL - Bupati Bantul, Drs Suharsono, berharap keluarga bisa lebih berperan aktif dalam pengawasan terhadap tumbuh kembang anak-anak.

Hal itu ditegaskan dalam puncak peringatan hari keluarga Nasional ke-XXV tingkat DIY di Stadion Sultan Agung, Selasa (31/7/2018)

Menurutnya, keluarga merupakan pilar utama dalam membangun karakter manusia Indonesia.

Melalui peringatan hari keluarga Nasional menjadi satu momentum untuk menyatukan persepsi dan komitmen bersama dalam membangun keluarga berdaya saing, berkarakter menuju Indonesia emas tahun 2045.

"Berhasil dan tidaknya anak-anak kita, bisa dilihat dari peran keluarga," terangnya.

Baca: Harganas ke-25, BKKBN Fokus Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Suharsono mengungkapkan bahwa era digital saat ini menjadi tantangan tersendiri untuk membangun keluarga.

Sebab itu, ia berpesan, teknologi yang ada seyogyanya jangan sampai menghilangkan komunikasi antar anggota didalam keluarga.

"Komunikasi itu penting. Anak-anak diawasi, diarahkan. Karena pengawasan anak tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah," jelas dia.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yang pidatonya dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi, mengungkapkan, ada empat rumusan konsep untuk membangun keluarga supaya harmonis.

Pertama, keluarga berkumpul.

Menurutnya, ditengah kesibukan dan aktivitas yang dijalankan, setiap keluarga sebaiknya meluangkan waktu sejenak untuk berkumpul bersama anggota keluarga.

Baca: Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-25 Digelar di Stadion Sultan Agung Bantul

"Kedua, keluarga berinteraksi. Setelah berkumpul, masing-masing anggota keluarga harus bercengkrama, berbicara untuk saling tukar pengalaman dan informasi," ungkapnya.

Konsep ketiga, masih menurut Ngarso Dalem, yakni keluarga berdaya.

Setiap keluarga harus mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki sehingga tidak menimbulkan ketergantung terhadap orang lain.

"Dan keempat serta yang terakhir adalah Keluarga peduli dan berbagi. Keluarga yang mampu secara finansial dan beruntung, baiknya memiliki keinginan untuk membantu dan menolong orang lain," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved