Pendidikan

Sekolah Manfaatkan MPLS untuk Kunjungi Museum Sonobudoyo

SMP Muhammadiyah Negeri 2 Mlati, Sleman mengajak 106 siswa kelas VII untuk berkunjung ke Museum Sonobudoyo.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy
Siswa mengikuti rangkaian kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Rabu (18/7/2018). MPLS bagi peserta didik baru berlangsung selama tiga hari sejak 16 Juli 2018. 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ternyata tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah saja.

Namun ternyata ada sekolah-sekolah yang mengisi hari terakhir MPLS untuk berkunjung ke museum.

SMP Muhammadiyah Negeri 2 Mlati, Sleman mengajak 106 siswa kelas VII untuk berkunjung ke Museum Sonobudoyo.

Baca: Hari terakhir MPLS, SMP Budya Wacana Kunjungi Museum dengan Berjalan Kaki

Guru Pendamping SMP Muhammadiyah 2 Mlati, Umi Salamah mengatakan, kunjungan ke museum merupakan kegiatan rutin.

"Jadi memang berkunjung ke museum adalah agenda rutin. Ini juga bertepatan dengan hari terakhir MPLS. Hari Senin dan Selasa pengenalan lingkungan sekolah, hari ini kunjungan ke museum," kata Umi pada Tribunjogja.com, Rabu (18/7/2018).

Kepala Seksi Bimbingan, Informasi, dan Preparasi, Dwi Agung Hernanto mengatakan Juli merupakan peak season dalam periode satu tahun.

Ia pun membenarkan selama MPLS terjadi kenaikan pengunjung.

"Kalau selama satu tahun ramai pengunjung sekitar Juli, Agustus, September, tapi peak season nya Juli. Tentu ada peningkatan pengunjung. Kebanyakan dari kunjungan sekolah selama MPLS," kata Dwi.

Ia melanjutkan sudah banyak sekolah yang mulai memesan tanggal.

Baca: Polsek Depok Barat Sosialisasi Bahaya Narkoba Saat MPLS

Sekolah mulai datang ke sekolah sejak Selasa (17/7/2018).

"Sejak kemarin sekolah baru mulai datang. Sekarang juga sudah cukup banyak. Paling nanti hingga seminggu ke depan. Tetapi juga bisa lebih," lanjutnya.

Terkait MPLS, pihak museum tidak memberikan program khusus.

Untuk mengatur sirkulasi, ada tujuh petugas yang akan menjadi pendamping setiap rombongan.

"Biar nanti nggak penuh sih ada petugas. Jadi nanti bisa gantian masuknya," tutupnya. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved