Penangkapan Teroris di Yogyakarta

Satu Orang Sempat Disandera Terduga Teroris

Beruntung Tim Densus berhasil melumpuhkan terduga teroris dengan timah panas, meski akhirnya satu orang tersebut meregang nyawa

Penulis: rid | Editor: Ari Nugroho
IST
Kondisi rumah milik Sulis Khusnul Qotimah paska penyanderaan yang dilakukan terduga teroris di teras rumahnya. Tampak pula sebuah helm yang diduga milik terduga teroris saat mendatangi rumah Sulis. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penangkapan tiga terduga teroris di Jalan Kaliurang kilometer 10, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman kemarin Sabtu, (14/7/2018) sempat diwarnai dengan aksi penyanderaan yang dilakukan salah satu terduga teroris terhadap Sulis Khusnul Qotimah (35), warga Gondangan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

Beruntung Tim Densus berhasil melumpuhkan terduga teroris dengan timah panas, meski akhirnya satu orang tersebut meregang nyawa karena diduga melakukan perlawanan.

Mendapat informasi dari saksi bahwa korban penyanderaan terduga teroris telah berada di rumah mertuanya di Gondangan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Tribun Jogja mendatangi rumah tersebut.

Namun, sampai di rumah yang dimaksud, Tribun Jogja belum berhasil menemui Sulis karena kondisinya yang masih shock paska kejadian kemarin Sabtu.

Alhasil Tribun Jogja hanya bertemu dengan adik ipar Sulis.

Baca: Dua Terduga Teroris Ditembak Karena Melakukan Perlawanan Terhadap Polisi

Biworo (36), adik ipar dari Sulis membenarkan bahwa kakak iparnya menjadi korban penyanderaan terduga teroris kemarin Sabtu (14/7/2018) setelah sebuah truk menghantam pekarangan rumah saudaranya tersebut.

Menurutnya, saat truk masuk ke pekarangan rumah saudaranya, kakak iparnya bersama dengan suaminya yakni Gito Amboro.

"Tahu ada truk nyungsep, keduanya (Sulis dan Amboro) sempat keluar ke teras rumah untuk menengok, lalu ada satu orang (Terduga teroris) yang datang sambil bawa clurit dan menyandera sambil mengalungi clurit ke mbak Sulis," katanya, Minggu (15/7/2018).

Lanjutnya, dari pengakuan kakak iparnya, saat disandera, terduga teroris sempat menanyai kakak iparnya terkait keberadaan seseorang yang disinyalir teman dari terduga teroris tersebut.

Menurutnya, penyanderaan yang dialami oleh kakak iparnya berlangsung cepat, mengingat kakaknya tersebut berhasil meloloskan diri dari penyanderaan yang dilakukan oleh terduga teroris.

Baca: Rumah Warga yang Disandera Terduga Teroris Alami Kerusakan

"Hanya satu menit dua menitan saat disandera, saat dikalungi clurit, orangnya (Terduga teroris) itu sempat tanya 'Temanku dimana tadi?' Dijawab mbak saya 'Nggak tahu'. Lalu saat lengah itu (Sulis) langsung melepaskan diri dan lari, sempat jatuh saat lari itu dan Polisi langsung datang," ucapnya.

Dari pengakuan kakak iparnya, logat bahasa dari terduga teroris saat bertanya seperti bukan berasal dari DIY, dan bahasa yang digunakannya bahasa Indonesia.

Diungkapkannya, karena kejadian tersebut kakak iparnya mengalami luka lecet di bagian kaki akibat terjatuh saat meloloskan diri dari penyanderaan terduga teroris.

"Setelah bisa keluar lalu (Sulis) diungsikan ke futsalan sebelah dan tidak lama kemudian dua orang penghuni kos juga berhasil keluar," katanya.

Diungkapkannya, terduga teroris itu mendapatkan truk dari hasil membajak satu unit truk yang berada di seberang bengkel.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved