Sains

Cokelat Menjadi Mata Uang dalam Peradaban Maya Kuno

Baron akhirnya menemukan sekitar 180 adegan yang berasal dari tahun 691 sebelum masehi tentang biji kakao.

Cokelat Menjadi Mata Uang dalam Peradaban Maya Kuno
istimewa
Tanaman Cocoa. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa cokelat digunakan sebagai mata uang oleh peradaban kuno Maya.

Pada masa itu, cokelat biasanya ditukarkan dengan barang dan jasa dengan cara yang sama kita menggunakan uang saat ini.

Menurut laporan di jurnal Economic Anthropology, suku Maya tidak pernah menggunakan koin sebenarnya untuk transaksi mereka.

Mereka menggunakan berbagai barang seperti tembakau, jagung, dan pakaian untuk "membeli" barang atau jasa lain.

Salah satu bentuk pembayaran yang diterima pada masa itu adalah cokelat.

Menurut Joanne Baron, salah satu peneliti studi ini, bahkan kekurangan cokelat mungkin telah membantu meruntuhkan kejatuhan dinasti legendaris itu.

Namun, cokelat yang dimaksud bukan camilan tapi biji kakao yang digunakan untuk membuat penganan dan minuman.

"(Periode Maya Kasik, sekitar tahun 250-900 sebelum masehi melihat) monetisasi biji kakao dan tenunan tekstil, yang pada akhirnya akan berfungsi sebagai mata uang universal yang melintasi batas etnis dan bahasa," tulis Baron dalam laporannya dikutip dari Science Alert, Jumat (29/06/2018).

"Pada saat kontak Spanyol pada 1519, produk-produk ini digunakan untuk memfasilitasi pembelian dan penjualan di pasar, untuk berjudi, dan sebagai pembayaran untuk upeti dan tenaga kerja," sambungnya.

Baca: Ladang Mayat, Tempat Ratusan Jasad Dibiarkan Membusuk Hingga Mengering

Sebelumnya, data menunjukkan pada kedatangan orang Eropa, sekitar abad ke-16, biji kakao telah digunakan untuk membayar upah para pekerja.

Halaman
1234
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved