Kulonprogo

Sambut Arus Mudik, Polres Kulonprogo Pasang Rambu Rontek Menggelitik

Uniknya, beberapa rambu berupa imbauan tertib lalu lintas itu disampaikan dalam bahasa yang menggelitik.

Sambut Arus Mudik, Polres Kulonprogo Pasang Rambu Rontek Menggelitik
IST
Jelang Lebaran 2018, sejumlah rambu lalu lintas dipasang Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kulonprogo pada beberapa titik di sepanjang jalur utama lintas selatan Jawa. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Sejumlah rambu lalu lintas dipasang Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kulonprogo pada beberapa titik di sepanjang jalur utama lintas selatan Jawa.

Uniknya, beberapa rambu berupa imbauan tertib lalu lintas itu disampaikan dalam bahasa yang menggelitik.

Di antaranya berbunyi kalimat 'Alon-alon wae boss, rumah sakit penuh', 'Ati-ati bro, belum lunas', 'ngopi dulu bro kalau ngantuk', 'Nyopir mabuk jadi maut', 'nyopir ojo ngantuk, ngantuk ojo nyopir,' dan beberapa lainnya.

Rambu-rambu lalu lintas itu berupa rontek yang dipasang polisi di tepian jalan, terutama pada ruas-ruas jalan yang diindikasi sebagai titik lengah pengendara.

Hal ini sebagai persiapan menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2018 dan menjadi bagian dari Operasi Ketupat Progo 2018.

"Rontek dengan kalimat menggelitik ini kami pasang sebagai pengingat kepada pengguna jalan agar mematuhi rambu lalu lintas. Ada 80 buah rontek serupa yang kami pasang di sepanjang jalur utama wilayah Temon sampai Sentolo," jelas Kasat Lantas Polres Kulonprogo, AKP Maryanto, Selasa (5/6/2018).

Baca: Amankan Arus Mudik Lebaran 2018, Polres Kulonprogo Gandeng Purworejo di Area Perbatasan

Selain rontek, polisi juga memasang sejumlah papan imbauan dan spanduk terkait keselamatan berlalulintas dan meminta pengendara untuk lebih waspada serta berhati-hati dalam berkendara.

Di antaranya di sejumlah jalur alternatid dan objek wisata.

Pihanya juga memasang rontek jajar yang membentuk kalimat 'hati-hati' di tikungan Gembongan, Desa Sukoreno yang masuk dalam ruas jalan Yogya-Wates KM 19-20 area Sentolo.

Tikungan tersebut termasuk titik rawan kecelakaan lalu lintas karena berupa tikungan tajam yang berbahaya jika tidak bisa diantisipasi pengendara kendaraan bermotor.

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help