Gunungkidul

Tahun Ini Ada Penambahan Wilayah Terdampak Kekeringan di Gunungkidul

Tahun ini ada penambahan wilayah terdampak kekeringan dari tahun lalu terdapat 18 desa di 8 kecamatan saat ini mengalami kenaikan

Tahun Ini Ada Penambahan Wilayah Terdampak Kekeringan di Gunungkidul
Tribun Jogja
Gunungkidul 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Tahun ini ada penambahan wilayah terdampak kekeringan dari tahun lalu terdapat 18 desa di 8 kecamatan saat ini mengalami kenaikan menjadi 36 desa di 9 kecamatan.

Hal tersebut diungkapkan oleh kepala pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, saat ditemui Tribunjogja Senin, (4/6/2018).

"Tahun lalu ada 8 kecamatan, 18 desa. Peningkatan ini karena ada satu kecamatan yakni Saptosari yang sebelumnya mandiri, saat ini disuplai BPBD," tuturnya.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pembaharuan data, dengan berkoordinasi dengan kecamatan untuk mengetahui berapa jumlah kepala keluarga (kk) yang berdampak kekeringan.

Baca: Sawah di Desa Siraman Alami Kekeringan

"Kita masih melakukan pembaharuan data, data tersebut nantinya digunakan droping air sesuai dengan nama dan alamat penerima bantuan air bersih, yang disalurkan melewati bak penampungan tiap GT," katanya.

Ia mengatakan akan ada beberapa daerah yang diprediksi akan mengalami kekeringan parah.

"Prediksinya yang akan mengalami kekeringan parah yaitu Purwosari, Panggang, Girisubo dan Rongkop. kami juga masih menunggu koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta terkait perkiraan musim kemarau," paparnya.

Sementara itu Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, 5 kecamatan sudah mengalami kekeringan dan karenanya dilakukan droping air ke 5 kecamatan tersebut.

Baca: Masjid di Tepus Ini Mulai Alami Kekeringan

"Hari ini droping air di 5 kecamatan yaitu Girisubo, Rongkop, Tepus, Saptosari, Tanjungsari, di beberapa kecamatan yang memiliki tangki air mandiri telah melakukan droping air," katanya.

Ia menerangkan, tahun ini pihaknya sudah mempersiapkan antisipasi kekeringan mulai dari perangkat droping hingga anggaran.

"Tahun ini sudah menganggarkan 638 juta untuk menanggulangi bencana kekeringan, jika kemarau panjang dan anggaran telah habis kami akan menambah anggaran," katanya.

Bupati melanjutkan, pihaknya akan mengoptimalkan sumber air yang ada di Gunungkidul, seperti di Baron yang debitnya mencapai 1000 liter perdetik, saat ini baru bisa dimanfaatkan 100 liter perdetik.

"Memang untuk anggaran tidak bisa dari pemda sendiri, harus kerjasama dengan pusat. Kami juga berharap kepada perusahaan yang ada di Gunungkidul untuk memberikan CSR perusahaan untuk menanggulangi bencana kekeringan," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help