Bandara NYIA Kulonprogo

Warga Terdampak Bandara NYIA Ini Kini Ayem Tinggal di Rusunawa

Rusunawa disiapkan sebagai hunian sementara oleh pemda setempat bagi warga terdampak yang kurang mampu atau belum mendapat rumah baru.

Warga Terdampak Bandara NYIA Ini Kini Ayem Tinggal di Rusunawa
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Supriyadi duduk di depan ruang kamarnya di rusunawa Triharjo 

TRIBUNJOGJA.COM -  Sebagian warga terdampak pembangunan bandara di Temon kini tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Triharjo, Wates.

Setelah sekian waktu tinggal di sana, seperti apa kehidupan warga sekarang?

Supriyadi langsung mengulas senyum begitu ia menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamar saat Tribunjogja.com menyambanginya di rusunawa Triharjo, Minggu (8/4/2018).

Ia lantas mempersilakan duduk di kursi yang ada di depan ruang kamarnya untuk mengobrol.

Saat itu, istri dan anaknya sedang melawat ke rumah kolega di lain desa dan Supriyadi baru saja bangun dari istirahat siangnya.

Ekspresi ramah dan tenang hampir selalu diperlihatkan lelaki beranak satu yang berasal dari Pedukuhan Kragon II, Desa Palihan, satu di antara wilayah yang terdampak pembangunan bandara.

Jauh dari kesan sangar meski ia dulunya garang menyuarakan penolakan terhadap pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon bersama rekan-rekannya dari paguyuban Wahana Tri Tunggal (WTT).

Ia tinggal di rusun sejak Desember 2017 lalu setelah tempat tinggalnya di Pedukuhan Kragon II, Desa Palihan, Kecamatan Temon dirobohkan untuk pembangunan bandara.

Rusunawa tersebut memang disiapkan sebagai hunian sementara oleh pemerintah daerah setempat bagi warga terdampak yang kurang mampu atau belum mendapat rumah baru.

Di rusun, Supriyadi tinggal di lantai 3 gedung B atau gedung utara.

Ia bukan satu-satunya warga terdampak bandara yang tinggal di rusun tersebut.

Seorang rekannya di WTT juga menghuni sebuah kamar di lantai dua dan dua keluarga terdampak lainnya yang juga terhitung masih tetangganya di Palihan sudah lebih dulu tinggal di gedung A atau gedung selatan sejak beberapa bulan sebelumnya.

"Saya betah saja tinggal di rusun, ayem saja. Fasilitasnya cukup dan tidak ada kendala. Air, listrik, semuanya lancar-lancar saja selama saya tinggal di sini," kata Supriyadi ketika Tribunjogja.com menanyakan kabarnya. (*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help