Begini Pengakuan Pencuri Mobil Mitsubishi L300 yang Dibekuk Polsek Depok Timur

Dirinya menuturkan pencurian mobil ini dilakukan jika adanya pesanan khusus mobil bak terbuka.

Begini Pengakuan Pencuri Mobil Mitsubishi L300 yang Dibekuk Polsek Depok Timur
tribunjogja/tantowi alwi
Kapolsek Depok Timur, Kompol Novita Eka Sari saat memberikan keterangan di Mapolsek Depok Timur, Rabu (10/1/2018) siang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - RA (46) warga Kendal dan S warga Boyolali (37) akhirnya dibekuk aparat Polsek Depok Timur Sleman setelah ulah nekat mereka mencuri sebuah mobil Mitsubishi L300 warna hitam.

RA salah satu pelaku mengaku bahwa dirinya merupakan otak pencurian dari aksi nekat ini.

Dirinya menuturkan pencurian mobil ini dilakukan jika adanya pesanan khusus mobil bak terbuka.

"Pas ada pesanan, mayoritas yang dipesan yaitu yang bak terbuka," kata RA.

Ia juga mengatakan mobil hasil curian tersebut belum sempat laku dijual lantaran keduluan terendus oleh aparat.

Jika mobil sudah terjual, ia mengatakan uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan digunakan untuk membayar utang dirinya.

"Belum laku sudah terendus aparat, digunakan untuk kebutuhan hidup, saya punya utang," kata RA.

Sementara itu, Kapolsek Depok Timur, Kompol Novita Eka Sari mengatakan aksi pencurian bermula dari laporan kehilangan seorang warga bernama Rusidi ke aparat Polsek Depok Timur pada 21 Desember 2017 yang terjadi di wilayah Maguwoharjo, Sleman.

Kemudian, setelah dilakukan penyelidikan ke lapangan dan menghimpun data dari saksi-saksi diketahui pada 31 Desember telah dilarikan ke Tangerang.

"Kemudian tim dari Polsek Depok Timur melakukan pengejaran ke Tangerang, akhirnya salah satu pelaku berhasil diamankan dengan barang bukti yakni sebuah mobil," kata Kompol Novita Eka Sari.

Dari salah satu pelaku berinisial S yang ditangkap di Tangerang, selanjutnya dilakukan pengembangan informasi sehingga tersangka RA dapat dibekuk oleh aparat Polsek Depok Timur di Kendal, Jawa Tengah.

"Caranya para pelaku merusak pintu dengan menggunakan obeng, lalu mengkonsleting listrik mobil, dalam waktu 30 menit mereka berhasil menghidupkan mobil," kata Kompol Novita.

Dari pengakuan tersangka, aksi nekat pencurian tidak hanya dilakukan di sekitar Maguwoharjo tetapi juga pernah beraksi di daerah Kulon Progo.

"Para tersangka terkena Jo pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," kata Kompol Novita. (*)

Penulis: Tantowi Alwi
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help