Peringatan Hari Aids

Ade : Lebih Baik Mati Melawan Penyakit daripada Saya Pasrah

Ade memang bukan pasien HIV biasa. Selain virus yang menggerogoti kekebalan tubuhnya itu, masih ada dua penyakit mematikan lain harus dihadapinya

Tayang:
Editor: Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM, SURABAYA - Bocah berusia tiga tahun itu asyik bermain di Poli Unit Perawatan Intermidiate Penyakit Infeksi (UPIPI) di RSUD Dr Soetomo. Ini poli tempat para penderita HIV/AIDS menyambung hidup.

Tingkah bocah itu kadang sedikit usil. Memainkan timbangan yang biasa digunakan pengidap HIV menimbang berat badan. "Kalau hari Selasa, kebanyakan yang kontrol itu pasien anak-anak,” tutur perempuan yang mengawasi bocah itu. (Baca Juga : Unair Ungkap Khasiat Teh Hijau Untuk Sembuhkan AIDS)

Perempuan 33 tahun itu biasa dipanggil Ade. Ia juga penderita HIV. Tapi hari itu tidak sedang antre obat. Ia berada di UPIPI untuk menjadi sukarelawan. Tugasnya membantu sesama, utamanya membantu membangkitkan kondisi psikologi pasien.

“Kata orang, saya ini seperti model. Maksudnya model orang yang kena banyak penyakit tapi masih bertahan hidup,” katanya sembari tertawa.

(Baca Juga : Prof Dr Djoko Bakal Uji Cobakan Formula Obat AIDS pada Kera)

Ade memang bukan pasien HIV biasa. Selain virus yang menggerogoti kekebalan tubuhnya itu, masih ada dua penyakit mematikan lain harus dihadapinya, yaitu tumor ganas dan diabetes “Kata dokter, saya ini pasien pertama di Indonesia yang mengidap HIV dengan tumor ganas,” ucap Ade enteng.

Lagi-lagi tawa renyahnya menyusul. Tampilan Ade sama sekali tidak memperlihatkan raut muram atau sedih. Di depan para ODHA, ibu tiga anak selalu tampil ceria dan menghibur. Sesekali bicara sambil tertawa ngakak.

“Rugi saya punya Allah, kalau saya bersedih. Saya lebih bangga mati melawan penyakit, daripada mati pasrah,” ucapnya.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved