Formalin Merusak Sistem Syaraf Manusia
Ikan berformalin secara kasat mata memiliki tekstur yang lebih mengkilat jika terpapar sinar matahari serta daging ikan yang lebih kenyal
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Bambang Haryatno mengatakan, formalin merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia. Dalam paparan konsumsi jangka panjang serta ukuran tertentu, formalin bisa menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan sistem syaraf manusia.
"Misalnya, kerusakan pada mata dan sebagainya. Formalin jelas berbahaya bagi kesehatan manusia," kata dia.
Dengan sifat zat yang cenderung berbahaya bagi manusia itulah, formalin dilarang untuk digunakan pada bahan makanan. Dengan adanya temuan ikan asin berformalin di beberpa pasar tradisional di Kulonprogo, Bambang mengimbau masyarakat konsumen agar lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan, terutama ikan.
Disebutkannya, ikan berformalin secara kasat mata memiliki tekstur yang lebih mengkilat jika terpapar sinar matahari serta daging ikan yang lebih kenyal. Cara paling mudah membedakan antara ikan berformalin dan ikan segar (tak berformalin) adalah dengan mengamati banyaknya lalat yang mengerubungi ikan.
"Paling gampang dilihat dari lalat. Kalau ikan berformalin, biasanya malah tidak dihinggapi lalat. Namun untuk kekauratannya, tetap harus diuji kandungan ikan untuk melihat apakah ikan itu berformalin atau tidak," imbuh Bambang.
Dia meminta masyarakat lebih berhati dalam memilih bahan makanan berbasis hewani. Jikapun hendak memasak, dia mengimbau agar bahan makanan tersebut dicuci terlebih dahulu.
Dengan begitu, setidaknya kandugan bahan pengawet apapun yang ada di dalamnya bisa berkurang. "Kalau bisa, pilih ikan segar saja," tukasnya. (Tribunjogja.com)
Skandal Kuliner Terkait
Disegel, Bakpia Tidak Asli Jadi Buronan di Malaysia