Liputan Khusus

Bekas Jalur Rel Kereta Api Yogya-Magelang Mayoritas Disewa Penduduk

Jalur rel kereta api aktif maupun nonaktif merupakan aset PT Kereta Api Indonesia (KAI)

Bekas Jalur Rel Kereta Api Yogya-Magelang Mayoritas Disewa Penduduk
TRIBUNJOGJA/HENDY KURNIAWAN
Bangunan Stasiun Tempel saat ini.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Jalur rel kereta api aktif maupun nonaktif merupakan aset PT Kereta Api Indonesia (KAI), termasuk lahan eks jalur kereta api Yogya-Magelang  kini banyak dipergunakan warga.

Hal tersebut ditegaskan Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Setyo Prayitno  Ia mengatakan luasan minimal 13 meter di sebelah kiri dan kanan rel. Namun menjadi lebih luas ketika melewati lereng dan berbentuk lengkung. Sementara untuk jalur non aktif yang kemudian banyak dimanfaatkan masyarakat, akan dimasukkan dalam pengusahaan aset.

Satu caranya yang digunakan adalah dengan perjanjian sewa. Meskipun diakui ada aset di jalur nonaktif yang belum dilakukan kontrak perjanjian dengan pengguna lahan.

Bambang mencontohkan, sepanjang jalur rel Yogyakarta-Magelang-Secang telah dipasang patok penguasaan aset oleh PT KAI. Hampir sebagian besar pengguna lahan sudah memiliki perjanjian sewa, walaupun ada juga yang belum memiliki perjanjian itu.

"Rata-rata hampir semua sudah sewa meski ada beberapa yang belum sewa. Tapi saya belum memiliki data jumlah pastinya," ujar Bambang ditemui Senin (3/2).

Namun demikian, lanjut Bambang, PT KAI mengusahakan jika seluruh pengguna aset pada jalur non aktif untuk memiliki kontrak sewa. Sebab, dalam perjanjian tersebut disebutkan jika PT KAI akan mengaktifkan jalur tersebut di kemudian hari maka penyewa harus meninggalkan lokasi.

Track nonaktif

Dasar penguasaan dari pemerintah kepada PT KAI soal aset pada jalur rel ada lima poin. Di antaranya, PP No 57/1990 tentang pengalihan bentuk Perjan KA menjadi Perum KA dan PP No 19/1998 tentang pengalihan bentuk Perum KA menjadi Perseroan.

Mengenai potensi pengaktifan jalur Yogyakarta-Magelang-Secang, Bambang menyatakan tergantung dari pemerintah pusat. Karena kewenangan untuk menyediakan sarana merupakan kewenangan Kemenhub.

Saat ini Daop 6 Yogyakarta memiliki panjang track aktif sepanjang 360.358 km spoor (dihitung panjang dua sisi rel). Dengan rincian lintas raya (barat-timur) sepanjang 323.256 km spoor dan lintas cabang 37.102 km spoor.

"Untuk lintas tidak beroperasi kami (Daop 6) punya track dengan panjang 258.649 km spoor," jelas Bambang.

Dari peta wilayah Daop 6 Yogyakarta, ruas track tidak aktif meliputi Yogyakarta-Secang. Lalu berbelok ke barat menuju Stasiun Parakan Temanggung km 21+000. Sementara untuk arah utara sampai Stasiun Grabak km 70+300.

Sedangkan untuk wilayah Yogyakarta ke selatan, ruas track tidak aktif meliputi simpang Stasiun Tugu-Ngabean-Dongkelan-Winongo-Jepit-Pasar Bantul dan Palbapang.(hdy)

Penulis: hdy
Editor: evn
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved