TribunJogja/

Masalah Pendidikan Terbanyak Diadukan ke ORI Jateng-DIY

Instansi di lingkungan pemerintah DIY paling sering dikeluhkan masyarakat.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Instansi di lingkungan pemerintah DIY  paling sering dikeluhkan masyarakat. Hal itu sesuai catatan akhir tahun Ombudsman RI perwakilan Jateng - DIY, yang disampaikan pelaksana ketua lembaga tersebut, Budhi Masthuri, saat jumpa pers dalam rangka evaluasi akhir tahun, di kantornya di Jl Woltermonginsidi Yogyakarta, Jumat (28/12/2012).

Budhi menegaskan, sepanjang 2012, ORI Jateng - DIY menerima 942 aduan. Laporan tersebut disampaikan masyarakat melalui telephone, pesan singkat maupun dengan cara datang dan menyampaikan langsung. Dari total aduan itu, 41 di antaranya berkaitan dengan lambannya pelayanan di pemerintahan, yang di dalamnya mencakup layanan bidang pendidikan sebanyak 11 laporan.

"Kebanyakan keluhan bidang pendidikan karena adanya pungutan atau biaya pendidikan yang tinggi," katanya, Jumat (28/12/2012).

Budhi menjelaskan, masalah pendidikan yang dikeluhkan masyarakat sebenarnya tidak jauh dari penerapan kebijakan pemerintah soal alokasi anggaran 20 persen untuk pendidikan. Pasalnya, kenyataan di lapangan bahwa 20 persen itu mencakup penggunaan biaya rutin, gaji pegawai dan tunjangannya. Sebab itu, kenyataannya anggaran pendidikan tidak mencapai 20 persen, sehingga sekolah tetap kurang anggaran.

"Pungutan yang biasa terjadi merupakan dampak sistemik kebijakan itu. Kami akan mengajukan isu ini ke pusat sehingga ada penyesuaian," kata Budhi.

Selain itu, Budhi mengaku telah berdiskusi dengan kepala dinas pendidikan dan DPRD DIY, agar tetap memberlakukan larangan pungutan dan jangan sampai ada penahanan ijazah oleh pihak sekolah. Dengan demikian, ke depan tidak akan menjadi instansi yang kerap dikeluhkan lagi.

Selain pemerintah daerah, menurut Budhi, masyarakat juga kerap mengeluhkan soal layanan kepolisian dan institusi pemerintah pusat, yaitu 22 laporan. Sementara terhadap BUMN dan BUMD ada 15 laporan, Kantor Pertanahan 12 laporan, peradilan 11 laporan dan Kejaksaan enam laporan.(*)

Penulis: ose
Editor: evn
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help