ERWE Senang Jadi Trending Topic No 1

Setelah tampil di layar kaca untuk stasiun televisi nasional, seketika ERWE menjadi trending topic no 1 Indonesia

Laporan Reporter Tribun Jogja, Riezky Andhika Pradana

TRIBUNJOGJA.COM
, YOGYA
- Setelah tampil di layar kaca untuk stasiun televisi nasional, seketika ERWE menjadi trending topic no 1 Indonesia di situs mikro blogging twitter. Meski sudah berdiri sejak sembilan tahun lalu, band yang digawangi Wowok, Luke, Fajar, dan dibantu beberapa musisi lainnya ini tidak mengira akan mendapat antusiasme yang cukup tinggi di jagad maya.

Sebelum acara Radio Show yang ditayangkan secara Live dari Universitas Negeri Yogyakarta itu digelar, pihak ERWE sama sekali tidak mengajak pera pengguna media sosial untuk berkicau di twitter dengan tagar tertentu.

"Trending topic kami anggap bonus,  kami senang diberi kesempatan berpartisipasi di acara itu, sudah merasa afdol jadi band indie, kalau main di acara itu," ucap Wowok terkekeh.

Tidak bisa dipungkiri bahwa ada kebanggaan tersendiri akan hal tersebut, tidak hanya tagar #ERWE, namun para pemirsa juga membikin tagar sendiri dengan judul lagu yang mereka bawakan, seperti lagu milik legenda reggae (alm) Imanez `Ikan Bakar'  dan `Gadis Malam' yang juga masuk 10 besar Trending Topic Indonesia.

Dampak tampil di acara televisi nasional cukup besar bagi sebuah band indie. Setelah penampilannya bersama Endank Soekamti malam itu, ERWE langsung memiliki banyak teman baru dari berbagai kota.

"Jadi semakin banyak yang tahu bahwasanya di Yogya ada band seperti kami, dari fanpage dan media social yang lain berkembang pesat dalam satu malam," ucap Wowok mewakili rekan-rekannya.

Awalnya ERWE dihubungi Radioshow untuk menyerahkan profile dan beberapa sample lagu. Pihak Radioshow mendapat informasi tentang ERWE dari band-band Yogyakarta yang pernah berpartisipasi di Radioshow sebelumnya. Sebelumnya mereka dijadwalkan untuk tampil di Jakarta, namun karena berbenturan dengan jadwal manggung di Tennis Indoor Senayan, terpaksa jadwal di Radioshow harus di-reschedule.

Di bulan puasa ini, mereka akan memperbaiki arsip dokumen yang sebelumnya kurang tertata, dan kemudian akan diracik untuk dijadikan sebuah karya. (*)

Penulis: rap
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved