Jalan Urip Sumoharjo Longsor, Agus Bikin Pagar Pembatas dari Bambu
Longsor terjadi di ruas Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di Kampung Canguk, Kelurahan Rejowinangun Utara, Magelang Selatan, Kota Magelang
Penulis: had | Editor: tea
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Longsor terjadi di ruas Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di Kampung Canguk, Kelurahan Rejowinangun Utara, Magelang Selatan, Kota Magelang, atau tepat di sekitar depan SPBU Canguk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun arus lalu lintas di Jalan Raya Magelang-Semarang tersendat.
Warga setempat, Yatmi (42), yang rumahnya berada di sekitar bawah lokasi longsoran, mengatakan, longsor terjadi pada Senin (16/4) sekitar pukul 14.30. "Mungkin karena banyak truk pasir bermuatan melebihi tonase. Walaupun bahu jalan di atas itu sudah ditalud dan tidak ada hujan, tapi tiba-tiba longsor. Untuk longsorannya sedikit, kalau banyak bisa sampai rumah saya dan yang lain," katanya, Selasa (17/4).
Pada ruas jalan yang longsor tersebut, juga mengakibatkan pipa air bersih ke pelanggan di wilayah Canguk dan sekitaran Terminal Tidar serta Jalan Sukarno Hatta, jebol. Namun, petugas dari PDAM Kota Magelang langsung memperbaikinya.
Kepala Urusan Tata Usaha (Ka TU) Balai Pelaksana Teknis Bina Marga (BPTBM) Magelang, Provinsi Jateng, Agus Yulianto, saat meninjau lokasi mengatakan, bahwa ruas jalan yang mengalami longsor sepanjang 17 meter dan lebar 10 meter, dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Lokasi jalan yang longsor merupakan jalan nasional.
Untuk sementara, pihaknya melakukan upaya penanggulangan dan perbaikan, dengan cara memasang pagar pembatas yang terbuat dari bambu di bibir jalan tersebut. Tujuannya, pengendara yang melintas tak mendekatinya.
"Selain pengamanan, kami juga melakukan pengamatan terlebih dahulu. Setelah itu akan kami kaji terkait konstruksi apa yang sesuai untuk bangunan ini. Tapi yang jelas pertimbangannya adalah kedalaman dan lokasi yang berada di pinggir jalan," katanya.
Dalam waktu dekat, kata dia, akan segera dilakukan perbaikan dan pembuatan talud. Untuk memberbaikinya diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 50 juta. "Dua atau tiga hari ini, baru akan kami perbaiki," ujarnya.
Menurutnya, longsor disebabkan di bawah bangunan talud terdapat saluran irigasi yang secara tidak langsung mengikis dasar bangunan. "Kemungkinan ini dibangun sekitar tahun 1980. Ini longsor karena dasar bangunannya terkikis air secara perlahan. Selain itu, juga di samping atas bangunan ini dilalui kendaraan-kendaraan berat. Apalagi ini musim hujan," ungkapnya.
Pantauan Tribun Jogja, petugas Satlantas Polres Magelang Kota, tampak membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas di sekitar jalan yang longsor. "Kami berjaga-jaga untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan. Kalau siang masih lancar-lancar saja. Tapi yang diantisipasi ketika pagi dan sore hari, " kata Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Magelang Kota, Ipda Wagiyanto. (*)