AS Longgarkan Sanksi Untuk Myanmar
AS melonggarkan saksi atas Myanmar karena menganggap pemilu berjalan demokrtais
Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM - Amerika Serikat (AS) menyatakan akan melonggarkan sanksi ekonomi kepada Myanmar. Ini diberlakukan menyusul keberhasilan Myanmar menyelenggarakan pemilihan umum yang dinilai demokratis.
Dengan demikian AS, akan mencabut sejumlah sanksi merek terhadap Myanmar, hingga negara berkembang di Asia Tenggara itu kini dapat melakukan transaksi keuangan untuk mendukung sejumlah kegiatan kemanusiaan dan aktivitas nirlaba. Seperti dikutip dari BBC, Rabu (18/4/2012).
Selain itu, Myanmar kini bisa melakukan kerjasama olahraga dan proyek pembangunan non-komersial yang secara langsung menguntungkan warga Burma.
Dunia internasional, memuji proses reformasi yang terjadi di Myanmar. Reformasi di Myanmar dimulai dengan tergulingnya rezim militer oleh sipil pada November 2010 sekaligus mengakhiri pemerintahan junta militer yang berlangsung selama beberapa dekade.
Reformasi berlanjut, dengan terselenggaranya pemilihan sela 1 April yang mengembalikan sejumlah politisi oposisi termasuk Aung San Suu Kyi ke parlemen.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, dalam kunjungannya ke Myanmar, mengatakan pihaknya telah mencabut embargo keuangan, serta melonggarkan larangan bepergian bagi sejumlah pejabat Pemerintah Myanmar. (*)