5 Tips Mencari Restoran Halal Saat Traveling ke Negara Non-Muslim
Aplikasi Craving Halal sangat membantu untuk mencari restoran halal jika Anda sedang berada di Amerika atau Eropa.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Traveling ke negara non-Muslim bukan berarti harus bertahan hidup cuma dengan makan mi instan dari rumah.
Meski mencari logo halal nggak semudah di negeri sendiri, sebenarnya banyak celah yang bisa dimanfaatkan supaya tetap bisa makan enak dan aman di luar negeri.
Mulai dari trik pakai aplikasi sampai cara bertanya ke pelayan resto, ini 5 tips simpel yang wajib Anda tahu jika mencari restoran halal ke negara non-Muslim:
1. Manfaatkan Aplikasi Khusus Halal Food
Jangan hanya mengandalkan Google Maps. Gunakan aplikasi yang memang dikhususkan untuk komunitas Muslim global.
Aplikasi ini biasanya memiliki ulasan dari sesama traveler muslim yang sangat mendetail.
- Zabihah: Salah satu database restoran halal terbesar di dunia.
- HalalTrip: Memberikan rating tingkat "kehalalan" sebuah restoran.
- Craving Halal: Sangat membantu jika sedang berada di Amerika atau Eropa.
2. Cari Restoran dengan Masakan "Khas" Tertentu
Jika sulit menemukan logo halal secara eksplisit, carilah restoran dari negara yang mayoritas penduduknya muslim atau memiliki tradisi menyembelih daging secara halal.
Biasanya, mereka lebih mudah ditemukan di negara non-muslim:
- Masakan Timur Tengah: Kebab, Falafel, atau Nasi Mandi (Turki, Lebanon, Mesir).
- Masakan India/Pakistan: Pastikan mereka menyajikan menu Halaal Meat.
- Masakan Indonesia/Malaysia: Jika beruntung menemukan warung makan nusantara.
3. Perhatikan Sertifikasi Halal Lokal
Setiap negara biasanya memiliki lembaga sertifikasi halal sendiri. Kenali logonya sebelum berangkat.
Misalnya, di Jepang ada Japan Halal Association, di Korea ada KMF (Korea Muslim Federation), atau logo MUIS jika kamu ke Singapura.
Terkadang restoran tidak memajang logo di depan pintu, tapi menyimpannya di kasir atau menu. Jangan ragu untuk bertanya.
4. Gunakan "Kata Kunci" Saat Bertanya
Jika tidak ada sertifikasi resmi, kamu harus menjadi detektif kuliner.
Jangan hanya bertanya "Is this halal?", karena terkadang pelayan tidak paham maksudnya.
Gunakan pertanyaan yang lebih spesifik seperti "Does this dish contain pork, lard, or alcohol?" (Apakah mengandung babi, lemak babi, atau alkohol?)
Jika ragu, pilihlah opsi Vegan atau Seafood yang lebih aman dari kontaminasi daging non-halal.
5. Pilih Penginapan di Dekat Komunitas Muslim atau Masjid
Lokasi menentukan kemudahan. Cobalah mencari akomodasi di area yang dekat dengan Masjid atau pemukiman komunitas Muslim (seperti Little India atau area komunitas Arab).
Di sekitar Masjid biasanya selalu ada kedai makanan halal, supermarket yang menjual daging halal, hingga toko roti yang aman dikonsumsi.
(MG ADZKIA HAFIDZA ELFADZ)
| Geblek Tempe Supriyanti Kini Berlabel Halal, 139 Produk di Deswita Jatimulyo Juga Disertifikasi |
|
|---|
| Bahagianya Pelaku UMKM Deswita Jatimulyo Dapat Sertifikat Halal Gratis, Yakin Jualannya Lebih Laris |
|
|---|
| Ada Geblek, Growol, Tempe Benguk, Besengek hingga Sego Tiplek di Pasar Jadul Kulon Progo |
|
|---|
| Puluhan Remaja Digembleng Ilmu Bisnis Kuliner Street Food di Jogja, Solusi di Tengah Krisis Global |
|
|---|
| PHRI DIY Terima Lima Aduan Pemalsuan Nomor Telepon Hotel dan Restoran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Zurich-Swiss.jpg)