9 Destinasi Wisata Terpopuler di Jogja

1. Taman Sari, 2. Tugu Jogja, 3. Titik Nol Kilometer Yogyakarta, 4. Malioboro, 5. Keraton Jogja, 6. Pasar Beringharjo, dst.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari
TUGU JOGJA - 9 rekomendasi wisata ikonik dan populer di Kota Jogja yang selalu ramai oleh pengunjung. 

Kendati demikian, bangunan yang telah berulang kali direvitalisasi ini baru berdiri tahun 1925.

Pasar ini terkenal oleh koleksi batik yang lengkap, baik dalam bentuk lembaran atau sudah menjadi pakaian.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi.

Selain itu, Beringharjo juga merupakan pasar yang tepat untuk kulineran mulai dari jajanan pasar, brem, hingga bakpia.

Tempat ini berada di Jalan Margo Mulyo Nomor 16,  Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Tautan lokasi: https://maps.app.goo.gl/xGiB1VZUfdBg2mCV7

7. Alun-alun Kidul Yogyakarta

ALUN-ALUN KIDUL YOGYAKARTA -
ALUN-ALUN KIDUL YOGYAKARTA -  Alun-alun Kidul Yogyakarta sebagai salah satu rekomendasi wisata ikonik dan popuer di Kota Jogja. (Jogja Tour)

Alun-alun Kidul Yogyakarta merupakan sebuah lapang luas di belakang kompleks Keraton Yogyakarta.

Di tengah alun-alun ini, terdapat dua pohon beringin besar yang terkenal oleh tantangan untuk berjalan lurus di antara pohon tersebut dengan kondisi mata tertutup.

Tempat ini kerap dijadikan sebagai area jogging di pagi hari. 

Di tanah lapang yang dikelilingi jalan ini, berjejer pedagang-pedagang dengan berbagai macam jajanan yang cocok untuk wisata kuliner.

Tempat ini biasa ramai pada malam hari.

Alun-alun ini terletak di Jalan Alun Alun Kidul, Patehan, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta.

Tautan lokasi: https://maps.app.goo.gl/pLDiLkZtgphQMsgK9

8. Museum Benteng Vredeburg

destinasi wisata dekat malioboro benteng vredeburg
MUSEUM BENTENG VREDEBURG - Museum Benteng Vredeburg sebagai salah satu rekomendasi wisata ikonik dan popuer di Kota Jogja.  (kompastv)

Museum Benteng Vredeburg dulunya merupakan sebuah benteng pertahanan yang dibangun tahun 1760 pada masa kekuasaan Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Melansir dari kompas.com, bangunan ini sempat berganti-ganti fungsi, yaitu sebagai benteng pertahanan di tahun 1760 hingga 1830 dan sebagai markas militer Belanda, Inggris, dan Jepang di tahun 1830 hingga 1945.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved