Kenikmatan Otentik di Jogja: Mie Ayam & Bakso Juara Pak Uzzan

Di tengah gempuran kuliner modern, sebuah warung sederhana bernama Mie Ayam dan Bakso “Pak Uzzan” di jantung Kota Yogyakarta tetap berdiri kokoh.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Mie Ayam dan Bakso
Mie Ayam dan Bakso "Pak Uzzan" 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA – Di tengah gempuran kuliner modern, sebuah warung sederhana bernama Mie Ayam dan Bakso “Pak Uzzan” di jantung Kota Yogyakarta tetap berdiri kokoh dan menjadi legenda.

Berlokasi strategis di kawasan Jl. H. Agus Salim No.63, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262, warung ini tidak hanya menjual hidangan, tetapi juga menjaga warisan rasa otentik yang telah dipertahankan selama puluhan tahun.

Popularitasnya yang tak pernah padam menjadikan tempat ini destinasi wajib bagi pecinta kuliner sejati.

Rahasia Rasa Juara dan Kualitas Daging MurnI

Lingkungan Mie Ayam dan Bakso
Lingkungan Mie Ayam dan Bakso "Pak Uzzan" (Mie Ayam dan Bakso "Pak Uzzan")

Daya tarik utama Pak Uzzan terletak pada konsistensi kualitas bahan dan resep tradisional yang tak pernah berubah. 

Mie ayam di sini terkenal dengan porsi yang royal, topping ayam melimpah yang dibumbui sempurna, dan kuah kaldu yang kaya rasa, sering disajikan terpisah untuk kebebasan meracik.

Namun, bintang sebenarnya adalah baksonya, terutama varian bakso urat yang kenyal dan kriuk.

Ketika ditanya mengenai rahasia kelezatan baksonya, Pak Uzzan dengan mantap menjelaskan komitmennya terhadap kualitas bahan baku.

"Di sini murni daging, dari uratnya hingga ke baksonya langsung," ujar Pak Uzzan, menunjukkan bahwa ia tidak berkompromi dalam pemilihan daging sapi terbaik.

Komitmen inilah yang membedakan Bakso Pak Uzzan; kuahnya yang bening namun gurih menandakan penggunaan kaldu asli tanpa banyak penyedap buatan.

Dengan harga yang ramah di kantong, warung ini berhasil menyajikan kualitas bintang lima.

Warisan Kuliner yang Tak Lekang Waktu

Mie Ayam dan Bakso Pak Uzzan memulai kisahnya dari gerobak dorong sederhana, membangun reputasi dari mulut ke mulut.

Warung yang kini menjadi tempat permanen di Jalan H. Agus Salim ini telah menjadi saksi perkembangan Kota Yogyakarta selama beberapa dekade.

Kehadirannya yang konsisten selama puluhan tahun membuktikan loyalitas pelanggan yang tinggi, termasuk dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga wisatawan yang mencari kuliner legendaris.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved