Sate Kere Beringharjo: Kuliner Unik Sekitar Malioboro, Bukan Daging tapi Legenda

Kota tak pernah kehabisan cerita, memiliki harta karun kuliner yang letaknya tak jauh dari Malioboro dan kesakralan Masjid Gedhe Kauman.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Sate kere Beringharjo
Sate Kere Pasar Beringharjo Jogja 
Ringkasan Berita:
  • Kota yang tak pernah kehabisan cerita, memiliki harta karun kuliner yang letaknya tak jauh dari hiruk pikuk Malioboro dan Kauman.
  • Di salah satu sudut strategis di Pasar Beringharjo, berdiri gerobak sederhana yang menjual sebuah anomali rasa yaitu Sate Kere. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Kota yang tak pernah kehabisan cerita, memiliki harta karun kuliner yang letaknya tak jauh dari hiruk pikuk Malioboro dan Kauman.

Di salah satu sudut strategis di Pasar Beringharjo, berdiri gerobak sederhana yang menjual sebuah anomali rasa yaitu Sate Kere. 

Jejak Rasa Rakyat: Bukan Daging, Tapi Legenda

Sate ini disebut "kere" (miskin) karena bahan utamanya bukanlah daging premium, melainkan gajih atau lemak sapi, seringkali dicampur dengan tempe gembus. 

Sate ini lahir dari tradisi masa lampau, ketika daging sapi masih tergolong mewah, menciptakan solusi kuliner yang kini menjadi warisan rasa tak ternilai.

Sate Kere hadir sebagai representasi sejati makanan rakyat, menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi hidangan yang kaya rasa.

Ketika dibakar di atas bara arang, gajih mengeluarkan aroma gurih yang khas, teksturnya yang kenyal berpadu sempurna dengan siraman bumbu kacang kental, pedas, dan manis yang menjadi ciri khasnya.

Penjual di lokasi ini selalu ramai dikunjungi, membuktikan bahwa kenikmatan sejati tidak selalu diukur dari kemewahan bahan, tetapi dari keunikan dan keautentikan rasa yang dipertahankan turun-temurun.

Sate Kere menjadi pemberhentian wajib bagi wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa Jogja yang otentik, berbeda, dan merakyat.

Jaraknya yang dekat dari kawasan wisata utama menjadikannya pilihan kuliner unik setelah berburu batik atau beribadah di Kauman.

Kenyal Menggigit dengan Ciri Khas Tersendiri

Sate Kere Pasar Beringharjo Jogja1
Satenya di Sate Kere Pasar Beringharjo Jogja

Daya tarik Sate Kere bukan hanya pada sejarahnya, tetapi juga pada sensasi yang ditawarkan saat menyentuh lidah.

Salah satu penikmat, Mas Surya, memberikan testimoni yang menggambarkan keunikan rasa ini.

Ketika ditemui pada tanggal 9 Desember 2025, Mas Surya Jati Permana mengungkapkan kepuasannya.

“Satenya tuh enak! Walaupun terbuat dari gajih, ternyata rasanya kenyal, punya ciri khas tersendiri, dan rasanya berbeda serta enak," ungkapnya.

Rasa yang berbeda ini terletak pada lemak sapi yang ketika dipanggang menjadi sangat gurih (umami), berpadu dengan bumbu kacang yang cenderung manis khas Jogja.

Tekstur kenyal gajih memberikan pengalaman mengunyah yang unik, jauh berbeda dengan sate daging.

Kelezatan yang tercipta dari kesederhanaan bahan ini telah berhasil menarik perhatian banyak kalangan, dari penduduk lokal hingga turis.

Sate Kere Beringharjo bukan sekadar jajanan, melainkan sebuah narasi rasa yang menceritakan ketahanan dan kreativitas kuliner Jogja, menjadikannya pilihan unik yang wajib dicoba saat berada di kawasan bersejarah dekat Kauman. (MG Muhammad Fadhli Auliyaaul Haq)

Baca juga: Kuliner Jogja: Rekomendasi Sate Klatak Khas Jogja Dijamin Enak

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved