Jalangkote: Jajanan Legendaris yang Membawa Rasa Otentik Makassar
Sekilas, jalangkote memang mirip dengan pastel. Namun, jika dicermati lebih dekat, perbedaannya...
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Inilah yang membuat jajanan ini berbeda dari gorengan pada umumnya.
Asal-Usul Jalangkote, Jajanan Rakyat yang Melegenda
Jalangkote berasal dari kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu sebagai jajanan rakyat.
Dahulu, jalangkote kerap dijajakan oleh anak-anak atau pedagang kaki lima yang berkeliling kampung.
Nama “jalangkote” sendiri dipercaya berasal dari kebiasaan pedagang yang menjajakan dagangannya sambil berjalan dan berseru menawarkan barang dagangan.
Dalam bahasa Makassar, “jalang” berarti berjalan, sedangkan “kote” mengacu pada bunyi teriakan penjual.
Seiring perkembangan zaman, jalangkote tidak lagi hanya dijual oleh pedagang keliling, tapi juga bisa ditemukan di pasar tradisional, katering, hingga restoran khas Makassar.
Meski tampilannya sederhana, jalangkote tetap bertahan sebagai simbol kuliner tradisional yang dicintai lintas generasi.
Ciri Khas yang Membuatnya Berbeda
Baca juga: Aneka Getuk, Jajanan Tradisional Indonesia yang Tak Lekang oleh Waktu
Ada banyak jenis gorengan di Indonesia, tetapi jalangkote punya ciri khas yang sulit ditiru.
Kulitnya tipis, renyah, dan tidak terlalu berminyak.
Isinya tidak basah, tetapi lembut dan padat rasa.
Yang paling membedakan jalangkote dengan pastel adalah kehadiran sambal cuka.
Pastel biasanya disajikan dengan cabai rawit atau saus, sementara jalangkote wajib ditemani saus cuka cair yang menjadi “nyawa” rasa jajanan ini.
Bumbu isi jalangkote juga lebih ringan dan sederhana, membuatnya cocok dinikmati oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua.
Resep dan Cara Membuat Jalangkote di Rumah
Bagi kamu yang ingin mencoba membuat jalangkote sendiri, berikut resep sederhana yang bisa dipraktikkan:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jalangkote.jpg)