Pernah Coba? 5 Makanan Khas Daerah Indonesia yang Memiliki Nama Unik
Dari Sabang sampai Merauke, ada ribuan jenis makanan tradisional yang lahir dari budaya lokal, bahan makanan khas, serta kreativitas masyarakatnya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Kue Jongkong adalah kue basah tradisional yang terdiri dari lapisan hijau (pandan), putih (santan), dan cokelat (gula merah cair).
Tekstur dari kue ini cenderung lembut dengan rasa manis gurih yang menggugah selera. Nama “jongkong” terdengar unik, tapi kue ini menjadi salah satu identitas kuliner khas Bangka Belitung, terutama saat bulan Ramadan.
4. Roti Ketawa (Sumatra Utara)
Dari namanya saja sudah menarik dan bikin penasaran, yaitu roti ketawa.
Roti Ketawa adalah camilan gorengan manis berbentuk bulat, dengan bagian atas merekah sehingga tampak seperti sedang tertawa.
Rasanya gurih-manis, cocok disantap bersama teh atau kopi.
Filosofinya, makanan ini membawa keceriaan dan keberuntungan bagi yang memakannya.
5. Sayur Babanci (Betawi)
Sayur Babanci adalah makanan khas Betawi yang sangat langka.
Meski namanya “sayur”, sebenarnya hidangan ini lebih mirip gulai, dengan bahan rempah-rempah lengkap seperti lengkuas, serai, jahe, dan santan.
Nama “babanci” sendiri punya arti unik yaitu menggambarkan sesuatu yang “tidak jelas” atau campuran, karena hidangan ini menggabungkan banyak bahan berbeda. Namun sayangnya kuliner ini kini semakin sulit ditemukan.
Kuliner Indonesia bukan hanya kaya rasa, tapi juga penuh cerita dari nama-namanya yang unik.
Makanan-makanan ini membuktikan bahwa kuliner nusantara bukan hanya soal perut kenyang, tapi juga tentang identitas budaya dan kearifan lokal.
Jadi, Tribunners sudah pernah coba salah satunya? Kalau belum, mungkin bisa masuk daftar kuliner yang harus cari saat traveling ke daerah tersebut. (MG Kartika Larasati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kue-clorot_1_20170608_050050.jpg)