TOPIK
Puisi Wiji Thukul
-
3 Puisi Wiji Thukul : Puisi Peringatan, Puisi Bunga dan Tembok, Puisi Baju Loak Sobek Pundaknya
-
Puisi Peringatan Wiji Thukul: jika rakyat pergi ketika penguasa pidato kita
-
Puisi Untuk Adik Wiji Thukul: Apakah nasib kita akan terus seperti Sepeda rongsokan karatan itu
-
Puisi Aku Dilahirkan Di Sebuah Pesta Yang Tak Pernah Selesai Wiji Thukul: aku dilahirkan di sebuah
-
Puisi Otobiografi Wiji Thukul: tak pernah selesai pertarungan menjadi manusia tak pernah terurai
-
Puisi Tentang Sebuah Gerakan Wiji Thukul: tadinya aku pengin bilang aku butuh rumah tapi lantas
-
Puisi Sajak Tiga Bait Wiji Thukul: yang gelisah mengajakku pulang aku tahu aku tak sendirian
-
Puisi Darman Wiji Thukul: desa yang tandus ditinggalkannya kota yang ganas mendupak nasibnya tetapi
-
Puisi Catatan Suram Wiji Thukul: kucing hitam jalan pelan meloncat turun dari atap tiga orang muncul
-
Puisi Catatan Hari Ini Wiji Thukul: aku nganggur lagi semalam ibu tidur di kursi jam dua lebih aku
-
Puisi Apa Yang Berharga Dari Puisiku Wiji Thukul : Apa yang berharga dari puisiku Kalau adikku
-
Puisi Tong Potong Roti Wiji Thukul: tong potong roti roti campur mentega belanda sudah pergi
-
Puisi Suti Wiji Thukul: Suti tidak pergi kerja pucat ia duduk dekat ambennya Suti di rumah saja
-
Puisi Kuburan Purwoloyo Wiji Thukul: di sini terbaring mbok Cip yang mati di rumah karena ke rumah sakit
-
Puisi Catatan Wiji Thukul: gerimis menderas tengah malam ini dingin dari telapak kaki hingga
-
Puisi Baju Loak Sobek Pundaknya Wiji Thukul: siang tadi aku beli baju harganya murah harganya
-
Puisi Aku Masih Utuh dan Kata Kata Belum Binasa Wiji Thukul: aku bukan artis pembuat berita tapi aku
-
Puisi Nonton Harga Wiji Thukul: ayo keluar kita keliling kota tak perlu ongkos tak perlu biaya
-
Puisi Gentong Kosong Wiji Thukul: parit susut tanah kerontang langit mengkilau perak matahari
-
Puisi Sikap Wiji Thukul: maumu mulutmu bicara terus tapi tuli telingamu tak mau mendengar
-
Puisi Dalam Kamar 6x7 Meter Wiji Thukul: mimpi-mimpi bagusku kubunuh dengan kenyataan tinggal tubuh
-
Puisi Sukmamu Merdeka Wiji Thukul: Tidak tergantung kepada Departemen Tenaga Kerja
-
Puisi Bunga dan Tembok Wiji Thukul: Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau hendaki tumbuh
-
Puisi Sajak Suara Wiji Thukul: sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam
-
Puisi Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu Wiji Thukul: jangan terus tindas rakyat yang membisu
-
Puisi Peringatan Wiji Thukul: Jika rakyat pergi Ketika penguasa pidato Kita harus hati-hati
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved