Sony Umumkan Kenaikan Harga PS5 pada April 2026
Harga PS5 naik secara global April 2026, Indonesia masih stabil sementara. Faktor AI, inflasi, dan chip jadi pemicu utama kenaikan konsol.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Sedangkan untuk PlayStation Portal remote player:
PS Portal (U.S.) – $249.99 atau sekitar Rp4,2 juta (sebelumnya $199.99 atau sekitar Rp3,4 juta).
Kenaikan harga ini juga tidak hanya terjadi di Amerika Serikat.
Sony diketahui turut menyesuaikan harga di wilayah lain seperti Eropa, Inggris, dan Jepang, sebagai bagian dari evaluasi terhadap meningkatnya tekanan biaya dalam rantai pasok global.
Perlu dicatat, saat pertama kali dirilis secara resmi di Indonesia, harga PS5 masih berada di level yang lebih rendah.
PS5 (Fat) Digital dibanderol Rp7.299.000, sementara versi Disc berada di angka Rp8.799.000.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa harga konsol PlayStation di Indonesia telah mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring perubahan kurs dan kondisi pasar global.
Baca juga: Kafe Unik di Jogja: 318 Coffee & Playstation, Satu Tempat Empat Pengalaman
Prediksi Penyebab Kenaikan Harga
Kenaikan harga PS5 secara global disebut tidak lepas dari tekanan ekonomi yang masih berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam pernyataan resminya di blog PlayStation, Sony menyebut faktor utama berasal dari kondisi ekonomi global yang belum stabil, termasuk inflasi tinggi dan pergerakan kurs mata uang yang tidak menguntungkan.
Selain faktor ekonomi global, kenaikan harga PS5 juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan teknologi AI yang berdampak langsung pada industri semikonduktor.
Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa para manufaktur chip kini lebih memprioritaskan produksi untuk kebutuhan AI, terutama pada komponen memori, sehingga pasokan untuk perangkat konsumen seperti konsol menjadi lebih terbatas.
Bahkan, tidak hanya memori, beberapa komponen lain juga ikut terdampak.
Modul pembuangan panas, rangka chassis, hingga lapisan pelindung elektromagnetik pada PS5 membutuhkan material aluminium, yang kini juga mengalami tekanan pasokan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa bukan hanya RAM yang terdampak, tetapi juga material pendukung lain mulai ikut tergerus oleh kebutuhan industri yang lebih besar.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik global turut memberi tekanan tambahan pada rantai pasok, yang berimbas pada naiknya biaya produksi komponen penting dalam industri elektronik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260401-Harga-PS5-Naik.jpg)