Elon Musk Ingin Bangun Pabrik Chip Terbesar di Dunia, Kapasitasnya Bikin Industri Global Tercengang

Proyek Terafab disebut sebagai kolaborasi tiga perusahaannya, yakni Tesla, SpaceX, dan xAI.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja
Ilustrasi : Chip (Pexels/Jakub Pabis) 
Ringkasan Berita:
  • Elon Musk umumkan proyek pabrik chip raksasa Terafab dengan kapasitas hingga 1 terawatt per tahun.
  • Proyek kolaborasi Tesla, SpaceX, dan xAI ini bernilai sekitar Rp339 triliun dan akan dibangun di Austin.
  • Terafab ditargetkan memenuhi lonjakan kebutuhan chip AI global, termasuk untuk kendaraan otonom hingga komputasi luar angkasa.

 

TRIBUNJOGJA.COM - CEO Tesla, Elon Musk, mengumumkan proyek ambisius berupa pabrik chip raksasa bernama Terafab yang diklaim belum pernah ada di dunia, dengan target kapasitas komputasi mencapai 1 terawatt per tahun.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Musk melalui siaran di X, di tengah lonjakan kebutuhan chip AI global yang terus meningkat.

Proyek Terafab disebut sebagai kolaborasi tiga perusahaannya, yakni Tesla, SpaceX, dan xAI.

Musk menjelaskan, Terafab dirancang sebagai fasilitas terpadu yang menggabungkan seluruh proses produksi chip dalam satu lokasi, mulai dari manufaktur hingga pengujian, untuk menjawab kebutuhan komputasi masa depan yang terus melonjak.

Lonjakan kebutuhan ini dipicu oleh perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan generatif, kendaraan otonom, hingga komputasi skala besar. Musk bahkan menyebut kapasitas industri chip global saat ini belum mampu mengejar permintaan.

Selama ini, perusahaannya masih bergantung pada produsen seperti Samsung, TSMC, dan Micron. Namun menurutnya, total kapasitas global saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 2 persen kebutuhan komputasi dari Tesla dan SpaceX.

Baca juga: Klasemen Serie A Setelah Inter Milan 1-1 Fiorentina: Perebutan Scudetto Seru, Liga Champions Panas

“Kita harus membangun Terafab atau kita tidak akan memiliki chip tersebut. Dan kami membutuhkan chip itu, jadi kami akan membangun Terafab,” tegas Musk.

Pabrik chip raksasa ini rencananya dibangun di Austin, yang juga menjadi markas besar Tesla. Nilai investasinya diperkirakan mencapai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp339 triliun, menjadikannya salah satu proyek pabrik chip terbesar yang pernah direncanakan.

Tahap awal pembangunan akan dimulai dari fasilitas bernama Advanced Technology Lab, yang akan menjadi fondasi integrasi produksi chip skala besar.

“Sepengetahuan saya, fasilitas seperti ini belum ada di mana pun di dunia. Kami benar-benar akan mendorong batas fisika dalam komputasi, dan akan mencoba berbagai pendekatan yang cukup ekstrem,” ujar Musk.

Terafab nantinya akan memproduksi dua jenis chip. Pertama, chip untuk kebutuhan di Bumi, termasuk mendukung teknologi Full Self-Driving (FSD) Tesla dan robot humanoid Optimus. Kedua, chip dengan performa tinggi dan ketahanan ekstra untuk digunakan di luar angkasa.

Terkait ambisi luar angkasa, SpaceX sebelumnya juga telah mengajukan proposal ke Federal Communications Commission untuk meluncurkan hingga satu juta satelit yang akan membentuk pusat data orbital guna mendukung kebutuhan komputasi AI di luar angkasa.

Meski ambisius, proyek ini menambah daftar panjang rencana besar Musk yang akan diuji realisasinya, mengingat beberapa proyek sebelumnya seperti Hyperloop dan target mobil otonom penuh sempat mengalami keterlambatan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved