Teknik Fotografi

Paparazzi: Perbedaan dengan Candid Fotografi dan Mengapa Kontroversial

Istilah paparazzi pertama kali dipopulerkan lewat tokoh fotografer di film Italia bertajuk “La Dolce Vita”.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
rongalella.com
PAPARAZZI PHOTOGRAPHY - "Windblow Jackie", foto paparazzi karya Ron Galella diambil pada tahun 1971 di New York 

TRIBUNJOGJA.COM – Ron Galella, dijuluki sebagai “The God of U.S. Paparazzi Culture”, adalah sosok yang tak asing di dunia fotografi.

Maestro paparazzi asal Amerika Serikat ini dikenal melalui ratusan jepretan fenomenal namun kerap menimbulkan kontroversi.

Salah satu karyanya yang menjadi “Mona Lisa” adalah “Wind Blown Jackie”, potret seorang penulis serta mantan ibu negara A.S., Jacqueline Kennedy Onassis.

Namun, dibalik keindahan visual tersebut, Galella menuai kebencian oleh para subjek fotonya karena dianggap melanggar etika.

Lantas, mengapa kata “paparazzi” yang beredar sering kali berkonotasi negatif sedangkan candid fotografi tidak demikian?

Istilah paparazzi pertama kali dipopulerkan lewat tokoh fotografer di film Italia bertajuk “La Dolce Vita”.

Berikut beberapa hal utama yang menjadi pembeda antara paparazzi dengan candid fotografi:

Paparazzi vs Candid: Subjek, dan Konteks

Hal pertama yang membedakan paparazzi dengan candid fotografi ialah objek maupun subjek dari keduanya.

Candid fotografi diperolehkan untuk siapapun dan di manapun, mulai dari orang biasa hingga figur publik dalam keadaan sehari-hari serta ajang tertentu.

Sedangkan paparazzi menargetkan untuk memotret sosok terkenal, seperti selebritas, tokoh politik, bahkan atlet.

Dikutip dari The Post Athens, “The paparazzi are photographers who follow famous people, such as athletes, musicians, politicians or actors, everywhere they go,”.

Baca juga: Fotografi Candid: Pengertian dan Teknik Menangkap Momen Spontan yang Menawan

Tujuan dan Intensi

Candid fotografi bermaksud menangkap momen secara alamiah tanpa rekayasa dan spontanitas.

Sementara itu, paparazzi secara spesifik memotret subjek dengan tujuan untuk komersial media dan situs berita serta mencari sensasi.

Ini yang menjadi perbedaan fundamental, candid berfokus pada momen, sedangkan paparazzi tentang engangement.

Bicara tentang Etika

Fotografi candid walaupun diambil secara spontan, umumnya tetap memperhatikan privasi dan menghormati ruang pribadi subjek.

Sebaliknya, paparazzi sering kali mengabaikan batas etika tersebut bahkan tidak jarang dari mereka yang sampai membuntuti artis.

Tak heran, banyak figur publik bereaksi dengan menutupi wajah atau menangkis kamera.

Seperti yang dikutip dari Vice,

“In a lot of photos, there is the hand in front of the face. It’s a very typical paparazzi composition, one could say. A hand over the lens is a typical reaction from people who don’t want to be photographed.”

Persepsi Publik, Fenomenal atau Kontroversial

Candid fotografi dipandang sebagai kara yang menonjolkan keaslian, emosi natural, dan spontanitas yang menjadikan keunikannya.

Mungkin paparazzi demikan, tetapi citra dan persepsi yang menjadi anggapan hampir setiap orang berkonotasi negatif.

Karena, paparazzi kerap memanfaatkan momen personal subjek menjadi keuntungan ekonomi dan menggaet popularitas.

Candid dan Paparazzi: Spontanitas 2 Kiblat

Keduanya sama-sama mengandalkan momen tanpa rekayasa, alamiah dan natural.

Namun, paparazzi dan candid berdiri di dua kutub berbeda. Dibatasi oleh niat, etika, dan cara menghormati subjek.

Memandang fenomena candid dan paparazzi memberikan perspektif baru tentang cara memahami fungsi fotografi.

Mengutip perkataan Clement Cheroux lewat The Guardian,

“We don't take a position on the rights or wrongs of paparazzi photographs cause the phenomenon existence says a lot about our rapport with the media, celebrity, rumour, gossip, as well as our relationship with the news”.

Fenomena ini lebih baik dipahami secara ilmiah, tetapi tetap perlu untuk menghormati ruang personal dan mengedepankan etika dasar fotografi lainnya.

( MG/Farah Amiratunnisa )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved