PSIM Yogyakarta

PSIM Yogyakarta Curi Poin di Padang Meski Bermain dengan 10 Pemain

Tambahan satu poin membuat PSIM belum beranjak dari posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 37 poin.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa/Dok. PSIM Yogyakarta
DUEL: Pemain PSIM Yogyakarta, Yusaku Yamadera berusaha melewati hadangan pemain Semen Padang FC, Kasim Botan saat berlaga di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, PADANG - PSIM Yogyakarta sukses mencuri satu poin penting saat menghadapi Semen Padang FC pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026.

Bertanding di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3/2026) malam, kedua tim harus puas berbagi angka setelah laga berakhir tanpa gol, 0-0.

Tambahan satu poin membuat PSIM belum beranjak dari posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 37 poin. Sementara itu, Semen Padang masih tertahan di zona degradasi dengan 17 poin.

Jalannya Pertandingan

Laskar Mataram tampil berani sejak awal laga dan langsung mengambil inisiatif serangan. Permainan terbuka pun tersaji karena tuan rumah meladeni gaya menyerang PSIM.

Meski demikian, ancaman pertama justru datang dari Semen Padang pada menit ke-4 melalui situasi bola mati.

Beruntung bagi PSIM, sepakan pemain tuan rumah masih melebar dari sasaran. Empat menit berselang, Kasim Botan melakukan solo run dan melepaskan tembakan yang juga belum menemui target.

PSIM membalas pada menit ke-10 lewat sepakan keras Savio Sheva. Namun, upaya tersebut masih mampu diblok barisan pertahanan Kabau Sirah. Skor 0-0 pun tetap bertahan.

Tuan rumah kembali mengancam pada menit ke-17 melalui serangan balik cepat yang diselesaikan Firman Juliansyah. Eksekusinya masih bisa diamankan dengan mudah oleh kiper PSIM, Cahya Supriadi.

Peluang emas diperoleh PSIM pada menit ke-19. Fahreza Sudin lolos dan tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper Semen Padang. Sayangnya, penyelesaian akhirnya kurang tenang sehingga peluang tersebut terbuang.

Memasuki pertengahan babak pertama, tekanan tuan rumah semakin intens. Lini belakang PSIM dipaksa bekerja keras meredam gelombang serangan.

Petaka kartu merah

Petaka datang pada menit ke-38. Fahreza Sudin mencoba melakukan tendangan akrobatik di dalam kotak penalti Semen Padang, namun kaki yang terangkat terlalu tinggi mengenai kepala Samuel Simanjuntak.

Wasit langsung mengeluarkan kartu merah untuk Sudin, sementara Samuel harus ditarik keluar karena tak dapat melanjutkan pertandingan.

Kehilangan satu pemain membuat PSIM bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama. Dalam kondisi kalah jumlah pemain, tim tamu lebih banyak bertahan dan menutup ruang. 

Semen Padang memanfaatkan momentum untuk menguasai jalannya laga, tetapi skor 0-0 tetap bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Usai jeda, PSIM mencoba menurunkan tempo permainan dan tampil lebih berhati-hati. Bermain dengan 10 pemain memaksa Laskar Mataram mengutamakan disiplin bertahan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved