EPA PSIM Yogyakarta Evaluasi Setelah Lalui Jadwal Padat, U-20 Curi Poin  

manajemen EPA PSIM sebelumnya telah merekrut sejumlah pemain baru di semua kelompok usia untuk menambah kekuatan tim

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Pemain EPA PSIM Yogyakarta foto bersama usai laga beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • EPA PSIM melewati jadwal padat lawan Persis Solo dan Malut United. Skuad U-18 tampil impresif dengan menyapu bersih kemenangan di kandang, sementara U-20 sukses mencuri poin penuh saat tandang.
  • KU-16 menghadapi kendala besar akibat absennya enam pemain pilar, termasuk dua striker utama, serta tekanan dari skuad matang Persis Solo.
  • Manajemen merekrut pemain baru di semua kelompok usia untuk meningkatkan intensitas permainan, yang mulai memberikan dampak positif khususnya bagi tim U-20.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Skuad Elite Pro Academy (EPA) PSIM Yogyakarta baru saja melewati rangkaian laga padat, yakni partai kandang kontra Persis Solo pada 4–5 Februari serta laga tandang menghadapi Malut United FC pada 14–15 Februari 2026.

Dua pertandingan beruntun tersebut menyisakan sejumlah catatan penting bagi jajaran pelatih dan manajemen Laskar Mataram Muda.

Manajer EPA PSIM, Joshua Dio, mengungkapkan kondisi timnya saat menjalani lawatan jauh ke markas Malut United FC.

Menurutnya, tim berangkat tanpa target berlebihan, mengingat jarak tempuh yang cukup jauh dan performa tuan rumah yang tengah menanjak.

“Kita berangkat ke sana dengan harapan tidak muluk-muluk, minimal bisa mengambil dua poin di setiap kelompok umur,” ujar Joshua, Senin (23/2/2026).

Target tersebut cukup realistis, namun hasil di lapangan berbicara lain. Dari tiga kelompok usia, hanya tim U-20 yang mampu mencuri poin penuh.

“Tim U-20 bisa mengambil tiga poin, sementara kelompok umur lain memang belum ada rezekinya,” jelasnya.

Saat menjamu Persis Solo di kandang, performa EPA PSIM juga belum sepenuhnya stabil. Meski demikian, Joshua memberikan apresiasi khusus kepada skuad U-18 yang tampil impresif.

“Saat melawan Persis Solo, skuad U-18 berhasil menyapu bersih kemenangan di dua pertandingan,” tuturnya.

Berbeda dengan U-18, tim U-16 menghadapi tantangan berat. Kekuatan penuh Persis Solo serta rotasi pemain membuat permainan U-16 sulit berkembang.

“Persis Solo U-16 memang ditargetkan masuk final, sehingga pemain-pemain terbaik mereka dari U-18 diturunkan ke U-16,” kata Joshua.

Masalah kebugaran juga memperburuk situasi. Sekitar lima hingga enam pemain U-16 harus absen karena cedera, termasuk dua striker utama.

“Problem utama di U-16 saat ini adalah badai cedera. Kita bahkan harus kehilangan dua striker utama sehingga tim harus menyesuaikan taktik kembali,” ujarnya.

Baca juga: PSIM Yogyakarta vs Bali United : Laskar Mataram Targetkan Kemenangan di SSA

Sementara itu, tim U-20 juga menghadapi lawan dengan kualitas fisik dan pengalaman yang lebih matang saat menghadapi Persis Solo.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved